Bikin Penasaran? Ini dia Mitos dan Sejarah Curug Putri Palutungan Tempat Mandi Sang Putri Jelita
Bikin Penasaran? Ini dia Mitos dan Sejarah Curug Putri Palutungan Tempat Mandi Sang Putri Jelita-kolase by pagaralampos-pagaralampos
PAGARALAMPOS.COM - Curug Putri Palutungan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di kawasan kaki Gunung Ciremai,
tepatnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Air terjun ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, tetapi juga menyimpan cerita sejarah dan legenda yang menarik untuk ditelusuri.
Nama "Curug Putri" sendiri sudah menjadi bagian dari kisah turun-temurun masyarakat sekitar, yang mengaitkan tempat ini dengan kisah seorang putri cantik yang konon sering mandi di bawah guyuran air terjun tersebut.
BACA JUGA:Menelusuri Keberadaan Candi Bumi Ayu Sejarah yang Tak Terlupakan!
BACA JUGA:Sejarah Suku Bali, Perjalanan Sejarah Suku Bali yang Membentuk Identitas Budaya Kuat
Dalam konteks budaya Sunda, nama “putri” sering dikaitkan dengan figur perempuan bangsawan atau tokoh yang memiliki keanggunan dan kecantikan luar biasa.
Menurut cerita rakyat yang beredar, sang putri dipercaya berasal dari kerajaan yang pernah berdiri di wilayah sekitar Gunung Ciremai, meskipun hingga kini belum ada bukti sejarah tertulis yang secara pasti menguatkan kisah tersebut.
Namun begitu, legenda tersebut tetap hidup di hati masyarakat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang penasaran akan sisi mistis dan historis dari Curug Putri.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, kawasan Palutungan sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda sebagai tempat yang sejuk dan strategis untuk kegiatan peristirahatan maupun pertanian.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah dan Budaya Suku Sunda Dari Kerajaan Sunda Hingga Masa Kini
BACA JUGA:Menggali Sejarah Monpera, Monumen Kebanggaan Rakyat Palembang yang Bikin Kagum!
Dalam beberapa catatan tidak resmi dari warga tua di Kuningan, Palutungan dulunya merupakan kawasan hutan pinus yang sangat lebat dan menjadi lokasi favorit bagi para pemburu kolonial yang ingin menikmati suasana alam pegunungan.
Meski belum banyak dokumentasi tertulis yang mendetail mengenai aktivitas kolonial di Palutungan, pengaruh peninggalan Belanda bisa dilihat dari beberapa jejak arsitektur dan jalur-jalur lama yang masih digunakan hingga kini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
