Investasi Jangka Panjang. Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi Tahun 2024

Investasi Jangka Panjang. Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi Tahun 2024

Investasi Jangka Panjang. Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi Tahun 2024--Net

PAGARALAMPOS.COM -  Untuk Kamu yang merupakan investor emas pemula, perlu mengetahui bahwa besaran harga emas di pasar spot dunia baik saat naik maupun turun, ikut mempengaruhi harga emas di dalam negeri.

Harga emas terpantau terus melonjak sejak awal Maret 2024.

Apakah tren kenaikan harga emas baik di pasar spot dunia maupun di dalam negeri beberapa hari terakhir akan berlanjut?

Apa saja sebenarnya penggerak harga emas?

BACA JUGA:Wujudkan Sumsel MAPAN 2045, Peluang Besar Sumsel sebagai Pelopor Pembangunan Hijau

Ulasan berikut semoga dapat menyakinkan Kamu untuk jangan ragu investasi emas terlebih untuk tujuan jangka panjang dan diversfikasi investasi.

Ada kalanya, kenaikan atau penurunan harga emas di pasar spot dunia langsung berdampak pada hari ini yang sama kepada emas di dalam negeri.

Kenaikan harga emas didorong oleh ketegangan baru di Rusia, serta harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS tahun ini.

BACA JUGA:Tampil Menawan dengan Setelan Kulot Saat Lebaran 2024. 5 Rekomendasi Ini Bisa Kamu Contoh

Pelaku pasar juga masih menunggu data inflasi pekan ini untuk memastikan waktu pemangkasan tersebut.

Sementara itu mengenai harga emas di pasar spot dunia, Analis Pasar Senior di FxPro, Alex Kuptsikevich seperti dilansir Liputan6 mengatakan bahwa reli harga emas baru-baru ini menunjukan kemampuan emas untuk tetap naik.

BACA JUGA:Inilah Beberapa Jenis Minuman yang Menyegarkan dan Tidak Bikin Lemas Saat Puasa!

"Keuntungan pada hari Kamis dan Jumat (pekan lalu) menegaskan kembali kemampuan emas untuk naik di atas rata-rata pergerakan 50 hari, yang gagal dilakukan sebulan lalu," kata Kuptsikevich, dikutip dari Kitcoi.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nico Kanter mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan emas melonjak hingga 43% pada 2024 ini menjadi 37,3 ton dari 26,1 ton pada 2023 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: