Mengungkap Tabir Sejarah Keraton Jipang di Desa Jipang Panolan

Mengungkap Tabir Sejarah Keraton Jipang di Desa Jipang Panolan

Mengungkap Tabir Sejarah Keraton Jipang di Desa Jipang Panolan -Foto: net-

Yayasan Keraton Jipang namanya.

Yayasan Keraton Jipang sangat erat dengan cerita Arya Penangsang atau Arya Jipang yang memerintah pada pertengahan abad ke-15.

BACA JUGA:Menggali Kelezatan, 7 Kuliner Khas Ramadan Riau yang Lezat untuk Menyambut Berbuka Puasa

BACA JUGA:Tongkonan! Mengulik Rumah Adat Toraja yang Memiliki Banyak Keunikan

Kala itu, Arya Penangsang yang disebut sebagai Raja Demak ke-5 atau penguasa terakhir Demak memboyong pusat pemerintahan Kerajaan Demak ke Jipang.

Wilayah pusat Kerajaan Demak yang baru, saat ini ada di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Masa itu dikenal dengan sebutan "Demak Jipang".

Mengutip Kompas.com, kisah tentang Arya Penangsang ini tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda.

BACA JUGA:Menjadi Identitas Negara! Begini Jejak Sejarah Batik di Indonesia

BACA JUGA:Sindiran Pemain Vietnam Do Duy Manh, Pemain Timnas Indonesia Witan Sulaeman Buka Suara

Pada Serat Kanda dijelaskan, ayah dari Arya Penangsang adalah Surowiyoto atau Raden Kikin atau sering disebut Pangeran Sekar.

Surowiyoto adalah putra Raden Patah, Raja Demak yang pertama.

Pemerintahan Demak yang telah dipindahkan ke Jipang dianggap tidak sah karena saat itu Sunan Prawoto (Raja Demak ke-4) dibunuh oleh utusan Arya Penangsang.

Padahal Sunan Prawoto adalah raja baru di Demak setelah raja sebelumnya yakni Sultan Trenggana terbunuh di Situbondo.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Dekat 6 Budaya Suku Jawa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: