Kamu Harus Tau! Inilah Sejarah Perjalanan Kesultanan Demak dalam Penyebaran Agama Islam Dipulau Jawa

Kamu Harus Tau! Inilah Sejarah Perjalanan Kesultanan Demak dalam Penyebaran Agama Islam Dipulau Jawa

Kamu Harus Tau! Inilah Sejarah Perjalanan Kesultanan Demak dalam Penyebaran Agama Islam Dipulau Jawa -Foto: net-

PAGARALAMPOS.COM - Kerajaan Demak, juga dikenal sebagai Kesultanan Demak, adalah salah satu Kerajaan awal di kepulauan Nusantara yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa. 

Kerajaan Demak berkembang pada abad ke-15 dan ke-16 dan merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah agama Islam di wilayah ini. Inilah sejarah singkat Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak didirikan pada awal abad ke-16 oleh Raden Patah, yang sebelumnya merupakan putra mahkota Majapahit yang berpindah ke agama Islam. 

Dia memerintah sebagai raja pertama Demak dengan gelar Sultan Demak pertama. 

BACA JUGA:Keajaiban 11 Sejarah Indonesia! Mengungkap Kuil, Misteri, dan Warisan Budaya

BACA JUGA:Ternyata Begini Sejarah dan Identitas Kebudayaan Suku Karo, Kamu Harus Tau!

Kerajaan tersebut merupakan penerus  Majapahit yang  melemah dan terpecah belah akibat serangan kerajaan Muslim lainnya.

Kerajaan Demak berperan penting dalam mengakhiri kekuasaan Hindu-Budha di Jawa dan menyebarkan  Islam ke seluruh pulau.

Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Trenggana yang  menaklukkan beberapa kerajaan besar di Pulau Jawa.

BACA JUGA:Kisah Gemilang Kerajaan Majapahit, Inilah Perjalanan Gajah Mada dan Kehidupan Ratu Tribhuwana Tunggadewi!

BACA JUGA:Keajaiban 11 Sejarah Indonesia! Mengungkap Kuil, Misteri, dan Warisan Budaya

Namun, kerajaan ini juga mengalami kemunduran dan runtuh akibat sengketa kekuasaan dan perang saudara di antara keturunan Raden Patah, pendiri kerajaan Demak.

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah, yang menurut cerita tradisional Jawa adalah anak dari Brawijaya, raja Majapahit terakhir. 

Raden Patah lahir dari seorang putri Campa yang beragama Islam. Ia meninggalkan Majapahit setelah ayahnya menolak untuk menerima agama Islam. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: