Kenalkan Bahaya Kebakaran Sejak Dini, BPBD Kota Pagaralam Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran kepada Anak-anak

Kenalkan Bahaya Kebakaran Sejak Dini, BPBD Kota Pagaralam Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran kepada Anak-anak

Kenalkan Bahaya Kebakaran Sejak Dini, BPBD Kota Pagaralam Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran kepada Anak-anak--

PAGARALAMPOS.COM - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran sejak dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam telah menggelar sosialisasi dan simulasi kepada peserta didik TK Anaba Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peralatan dan perlengkapan Pemadam Kebakaran kepada anak-anak, serta menyampaikan pengetahuan mengenai sebab-sebab timbulnya kebakaran dan tata cara penanggulangan saat kebakaran terjadi.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut juga diajak untuk melihat demo penyemprotan air menggunakan kendaraan Damkar, serta berkeliling Lapangan Terminal Nendagung.

Menurut Kepala BPBD Kota Pagaralam, John Hasman, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang bahaya api dan upaya penanggulangannya.

BACA JUGA:Pemkot Pagaralam dan Musi Rawas Bersinergi Tuntaskan Program Prioritas Nasional, Ini Upayanyanya!

"Kegiatan simulasi kebakaran memiliki dampak yang signifikan dalam memperlihatkan kepada anak-anak cara pencegahan terhadap kebakaran. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih siap dalam melakukan upaya pencegahan dan mengambil tindakan yang tepat saat terjadi bencana," ungkap John Hasman.

Selain itu, John Hasman juga menekankan pentingnya pembelajaran simulasi kebakaran dalam meningkatkan perilaku prososial anak-anak.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun sikap yang lebih proaktif dalam mencegah dan menghadapi kebakaran.

"Kegiatan pembelajaran simulasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif edukatif untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran. Kita tidak bisa menutup mata akan kemungkinan terjadinya kebakaran, terutama jika anak-anak tidak mengetahui cara pencegahannya," tambah John Hasman.

BACA JUGA:Kemenangan Gemilang PAN Kota Pagaralam dalam Pileg 2024, Meraih 2 Kursi DPRD

Dengan adanya sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan kesadaran akan bahaya kebakaran dapat ditanamkan sejak dini pada anak-anak, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut, Ani (5 tahun), menyampaikan kesan dan pengalamannya.

"Saya senang bisa belajar tentang kebakaran dan bagaimana cara mengatasinya. Sekarang saya tahu bahwa jika ada api, saya harus segera memanggil pemadam kebakaran dan tidak boleh panik."

Kegiatan sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran kepada anak-anak merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran akan bahaya tersebut sejak dini.

BACA JUGA:Cegah Pelanggaran Prajurit TNI, Kodam II/Sriwijaya Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi

Dengan melibatkan anak-anak dalam pembelajaran tersebut, diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk kebakaran.

Selain itu, peran aktif dari orangtua dan guru dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya kebakaran juga sangat penting.

Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dapat ditanamkan secara lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.

Melalui upaya yang terus-menerus dalam sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya kebakaran, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan siap menghadapi risiko kebakaran di masa yang akan datang.

BACA JUGA:Ukraina Pamer Sea Baby, Drone Laut Kamikaze Dengan Hulu Ledak 1 Ton Sanggup Berlayar 1.000 Km

Dengan demikian, kita dapat mengurangi potensi kerugian dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran. *
 
 



 



 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: