Sejarah Yunani Kuno! Kenapa Wanita Sparta Boleh Menikahi 2 Lelaki? Ternyata Ini Alasannya!

Sejarah Yunani Kuno! Kenapa Wanita Sparta Boleh Menikahi 2 Lelaki? Ternyata Ini Alasannya!

Sejarah Yunani Kuno! Kenapa Wanita Sparta Boleh Menikahi 2 Lelaki? Ternyata Ini Alasannya! -Foto: net-

PAGARALAMPOS.COM -  Dalam budaya populer, Sparta kuno dikenal karena para pejuangnya yang menakutkan.

Negara bagian ini juga dikenal luas sebagai masyarakat Yunani kuno terbaik bagi perempuan untuk tinggal, karena warga negara perempuan memiliki pendidikan yang lebih baik dan memiliki otonomi yang lebih besar dibandingkan rekan-rekan mereka di negara-kota lain.

Pakar ilmu klasik Andrew G.Scott menulis bahwa alasan lain mengapa Sparta tampak unik di Yunani kuno adalah karena Sparta memperbolehkan seorang wanita menikahi dua pria sekaligus.

Wanita di Sparta memiliki otonomi yang lebih besar dibandingkan kota lain mana pun dalam sejarah Yunani kuno.

Mereka berpendidikan dan beberapa perempuan mempunyai dua suami.

BACA JUGA:Fakta Unik Candi Arjuna, Situs Bersejarah Di Ketinggian 2.093 Meter!

BACA JUGA:10 Makanan Oriental Dan Lezat Yang Berasal Dari Berbagai Negara Di Dunia, Indonesia Ada Ga Ya?

Dalam budaya populer, Sparta kuno dikenal menghasilkan prajurit yang kuat dan perkasa. Sarjana klasik Andrew G. Scott menulis bahwa cara lain Sparta yang tampaknya unik di Yunani kuno adalah mengizinkan seorang wanita menikah dengan dua pria sekaligus.

Scott menulis bahwa sumber-sumber kuno menunjukkan bahwa kebiasaan ini merupakan suatu hal unik. Meskipun tidak jelas berapa lama kebiasaan tersebut sudah ada atau seberapa umum hal tersebut dipraktikkan.

Dia berpendapat bahwa hal itu mungkin merupakan hasil alami dari pendekatan Spartan terhadap pernikahan dan melahirkan anak.

“Tujuan pernikahan di Sparta adalah untuk menghasilkan keturunan yang sehat,” tulisnya dikutip Jstor Daily.

BACA JUGA:Menelusuri Keindahan Tersembunyi di Pulau Bangka Belitung

BACA JUGA:Mengenal 4 Senjata Khas Sumatera Selatan yang Cocok Untuk Bertani!

“Dalam sistem seperti itu, nilai sebuah perkawinan dihitung berdasarkan kemampuan menghasilkan anak,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: