Unik dan menarik! Inilah Tradisi Bakar Batu Khas Suku Dani, Yuk Simak Ulasannya Disini!

Unik dan menarik! Inilah Tradisi Bakar Batu Khas Suku Dani, Yuk Simak Ulasannya Disini!

Unik dan menarik! Inilah Tradisi Bakar Batu Khas Suku Dani, Yuk Simak Ulasannya Disini! -Foto: net-

BACA JUGA:Eksplorasi Keindahan Pulau Bangka Belitung, 7 Spot dengan Panorama yang Mengagumkan

BACA JUGA:Mengulik 5 Upacara dan Tradisi Adat Maluku yang Unik dan Tetap Terjaga Kelestariannya

Waktu yang dibutuhkan dalam proses pembakaran hingga marang sekitar 60 sampai 90 menit. Rumput akan dibuka dan makanan akan dikeluarkan satu per satu, lalu dihamparkan di atas rerumputan.

Sejarah Tradisi Bakar Batu

Selain unik, Tradisi Bakar Batu ternyata telah ada sejak ratusan tahun lalu. Melansir dari buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia tulisan Fitri Haryani Nasution, sejarah dari ritual ini bermula ketika ada pasangan suami istri yang bingung mengolah hasil kebun mereka. Sebab, panci yang digunakan untuk memasak tidak ada.

Akhirnya, mereka mendapat ide untuk memasak menggunakan batu. Setelah itu, ternyata hasil masakan di batu terasa lebih lezat, akhirnya mereka memutuskan untuk memasak daging, umbi-umbian dan beragam jenis masakan di batu.

BACA JUGA:Jarang Diketahui! Inilah Hal Menarik di Gunung Masurai yang Harus Kamu Tau!

BACA JUGA:Pernah Jadi Tempat Pemujaan! Inilah Misteri Tersembunyi yang Ada di Gunung Padang!

Sebutan untuk Tradisi Bakar Batu juga beragam, di Wamen ritual ini dikenal dengan kit oba isago, sedangkan di Paniai disebut dengan mogo apil.

Tahapan dalam Tradisi Bakar Batu

Dalam melakukan Tradisi Bakar Batu, ada tiga tahapan yang harus dilalui, yaitu persiapan, bakar babi, dan makan bersama, berikut pemaparannya.

1. Tahap Persiapan

BACA JUGA:10 Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Bukti Pengaruh Serta Luasnya Daerah Kekuasaan di Nusantara

BACA JUGA: Keindahan Budaya Suku Rejang, Menelusuri Adat Istiadat yang Memikat!

Pada tahap ini, masyarakat Papua akan mengumpulkan kayu bakar dan batu untuk memasak. Di bagian paling bawah, ditata batu-batu dengan ukuran besar dan ditutup menggunakan kayu bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: