Lomba MTQ Ke-XXX OKI: Memperindah Tilawah dan Memupuk Kebanggaan dalam Masyarakat.

Lomba MTQ Ke-XXX OKI: Memperindah Tilawah dan Memupuk Kebanggaan dalam Masyarakat.

Lomba MTQ Ke-XXX OKI-Kolase by Pagaralampos.com-net

PAGARALAMPOS.COM - Peserta lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-XXX tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tampil luar biasa dalam setiap penampilannya.

Mereka menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang indah dan suara yang merdu, menghadirkan penampilan yang memukau penonton serta dewan hakim.

Ketekunan dan latihan keras para peserta dari 18 kecamatan di OKI terpancar dalam setiap cabang lomba MTQ, mulai dari tilawah, tahfidz, hingga tafsir. 

Penampilan mereka penuh semangat dan penghayatan, mencerminkan bakat dan potensi yang luar biasa.

BACA JUGA:Satlantas Polres Pagaralam Kembali Terapkan Tilang Manual untuk Pengendara Motor, Ini Selengkapnya!

Panitia lomba MTQ Ke-XXX tingkat Kabupaten OKI, yang dipimpin oleh H Muazni SAg, menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh 324 peserta dari seluruh OKI

yang tersebar di tiga lokasi lomba: Pendopo Kabupaten, Masjid Agung Sholihin, dan Masjid Nurul Huda Sidakersa.

"Lomba MTQ hari ini di Pendopo Kabupaten terbagi dalam tiga sesi: pagi, siang, dan malam. Diikuti oleh anak-anak dan dewasa," ungkap Muazni kepada SUMEKS.CO pada Selasa, 27 Februari 2024.

Lomba tilawah anak-anak dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan 26 peserta, sementara lomba Qiroat Safa'a untuk peserta dewasa diikuti oleh 14 orang pada sesi siang. 

BACA JUGA:Antusiasme Tinggi, 1.500 Paket Bahan Pokok Ludes Terjual dalam Hitungan Jam, Ini Selengkapnya!

Sesi malam, diikuti oleh 18 peserta dewasa, merupakan lanjutan dari sesi sebelumnya yang diikuti oleh 11 peserta.

Menurut Muazni, lomba MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menyebarkan syiar Islam. Melalui lomba ini, diharapkan umat Islam dapat lebih tekun membaca, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat OKI yang agamis sejak dini.

Dewan hakim menilai penampilan peserta berdasarkan beberapa aspek, termasuk kualitas suara, tajwid, fasahah, dan penghayatan. 

BACA JUGA:Rencana Revitalisasi KUA, Kemenag Pagaralam Berikan Pelayanan untuk Semua Agama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: