Rudal Hanud Tamir iIon Dome Disebut MRIC SkyHunter

Rudal Hanud Tamir iIon Dome Disebut MRIC SkyHunter

Foto : Rudal melekat di Ranpur Hanud.-Rudal Hanud Tamir iIon Dome Disebut MRIC SkyHunter-Indomiliter.com

PAGARALAMPOS.COM - Merujuk pada pemberitaan di Agustus 2023, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah memutuskan memborong tiga baterai (kompi) sistem hanud Iron Dome dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir.

Persisnya, USMC telah menyusun rencana untuk mengakuisisi tiga baterai Iron Dome, yang terdiri dari 44 peluncur dan 1.840 rudal pencegat Tamir

Perkiraan nilai pasti dari pembelian ini tidak diketahui, namun berdasarkan angka yang tersedia untuk umum, biaya pembelian Tamir saja bisa mendekati US$200 juta. Nah, lantaran memborong dalam jumlah besar, maka AS pun meminta join produksi rudal Tamir oleh manufaktur dalam negeri.

Pabrikan Irom Dome, Rafael Advance Defence System untuk itu memiliki kemitraan dengan Raytheon untuk menawarkan sistem tersebut di Amerika Serikat, yang juga disebut sebagai SkyHunter.

BACA JUGA:Mengenal Panser Badak 6x6, Tangguh Dimedan Tempur, Juga Penjaga Pertahanan Udara

Korps Marinir telah secara aktif berupaya memperoleh sistem Iron Dome yang disebut sebagai Medium Range Intercept Capability (MRIC), sejak tahun 2020.

Dilansir defence-blog.com, pada 12 Januari 2024, USMC untuk pertama kali memperlihatkan sistem hanud terbaru Marine Rapid Integrated Capability (MRIC) dalam tampilan statis di General Raymond G. Davis Center di Pangkalan Korps Marinir Quantico.


Foto : Rudal melekat di Ranpur Hanud.-Rudal Hanud Tamir iIon Dome Disebut MRIC SkyHunter-Indomiliter.com

MRIC telah menjalani pengujian ketat oleh Marine Corps Systems Command, yang membuka jalan bagi penerapannya mulai tahun fiskal 2025. sistem hanud ini menggunakan rudal kyHunter, sebutan Amerika Serikat untuk rudal Tamir.

SkyHunter memiliki jangkauan 4 – 70 kilometer (2,4 hingga 43,4 mil), melampaui jangkauan maksimum rudal Stinger sebanyak delapan kali lipat.

BACA JUGA:Perkuat Hanud, Malaysia Kembali Akuisisi 18 Unit Jet Tempur, Fighting Eagle Diklaim Paling Canggih

Jangkauan yang lebih luas ini memungkinkan Korps Marinir AS. mempertahankan (proteksi) wilayah darat yang jauh lebih besar.

Terutama dalam skenario di mana kapal perang AEGIS Angkatan Laut AS, dan pesawat tempur sekutu mungkin tidak tersedia untuk perlindungan pertahanan udara.

Peluncur MRIC akan diintegrasikan dengan RAN/TPS-80 Ground/Air Task Oriented Radar (G/ATOR milik USMC, sehingga meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi, akuisisi, lokasi, pelacakan, dan keterlibatan target.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: