Film Everest: Nekat Mendaki Berujung Tragedi

Film Everest: Nekat Mendaki Berujung Tragedi

Film Everest: Nekat Mendaki Berujung Tragedi-net.-net.

PAGARALAMPOS.COM- Film Everest yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian dan bencana di Puncak Everest tahun 1996 itu sudah mulai diputar di bioskop.

Film bertema petualangan yang bisa dikatakan cukup jarang beredar tentunya menjadi sebuah tontonan menarik khususnya bagi pencinta petualangan.

Apalagi film ini berkisah tentang petualangan dengan segala dinamika dan tantangannya menuju ke Puncak Gunung tertinggi di dunia atau lebih sering di sebut sebagai The Roof of the World, Everest.

Film ini menceritakan tentang  orang-orang kaya dari berbagai belahan dunia yang memiliki obsesi untuk menjejakkan kaki di titik tertinggi di dunia itu.

BACA JUGA:Peringati Hakordia 2023, Fajar Mufti : Moment Refleksi Diri Cegah Korupsi, Tindakan Upaya Terakhir

Mereka tak segan-segan merogoh kantong dan mengeluarkan uang sebesar USD 65,000 (setara dengan  Rp.910 Juta saat ini) demi memenuhi obsesi mereka.

Beberapa diantara mereka telah beberapa kali mendaki Everest namun belum berhasil mencapai puncak.

Sekedar tambahan bahwa meski seseorang yang telah membayar sejumlah uang dengan angka yang fantastis itu namun belum jaminan dia bisa menjejakkan kaki di puncak Everest.

Faktor Alam, fisik, skill dan tentunya keberuntungan turut berperan. Film ini lebih mengedepankan unsur ‘human touch’-nya dalam hal ini keluarga.

BACA JUGA:Tampil Makin Tampan dengan 5 Model Rambut Pria Ala Korea yang Lagi Hits

Tak heran jika porsi ‘drama’ antara Rob Hall, warga negara New Zealand yang menjadi Kepala Guide sekaligus pemilik Adventure Consultants Guided Expedition, dengan istrinya yang sedang menantikan kelahiran putri pertamanya digunakan untuk ‘mempermainkan’ emosi penonton.

 Adegan saat Hall berbicara dengan istrinya lewat telepon di detik-detik terakhir sebelum meninggal menjadi klimaks Film Everest ini.

Ditambahkan pula adegan saat Dr.Seaborn Beck Weathers berjuang untuk bangkit dari ‘kematian’ karena melihat anak dan istrinya memanggil ikut pula mendapatkan porsi ‘drama’ dalam film ini.

Dokter Pathology berkebangsaan Amerika yang dianggap mendapatkan keajaiban dan perlu di tangani khusus  langsung oleh Dubes AS di Kathmandu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: