Frankenstein (1994), Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan (07)

Frankenstein (1994), Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan (07)

Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan--google.com

"Saya mau mengajak Frankenstein dalam sebuah perjalanan menemukan kemanusiaannya dan tujuan hidupnya - intinya, kisah monster yang menjadi manusia," klaim pembuat film itu, Stuart Beattie. 

Tapi upaya untuk mengubah makhluk (yang diperankan oleh Aaron Eckhart) menjadi pahlawan laga yang menyelamatkan umat manusia, jatuh dalam kegagalan yang payah.

BACA JUGA:Pintu Gerbang Majapahit Jadi Bukti Sejarah dan Perkasanya Majapahit

Betapapun, bisa jadi filmlah yang paling efektif merajut kisah karya Shelley itu sebagai sesuatu yang asli dan bermakna. 

Karya David Cronenberg yang melelahkan secara emosional, 'The Fly' (1986) adalah variasi lain dari tema ilmuwan pencipta yang sinting. 

Namun, dalam proses yang mengecoh, ilmuwan Seth Brundle (Jeff Goldblum) menjadi sang monster.

BACA JUGA:Ini Dia Suku Polahi yang Terletak di Gorontalo Dengan Miliki Pernikahan Sedarah!

Ketika gen-nya bercampur dengan seekor lalat saat dilakukan eksperimen teleportasi.

Kemudian kembali muncul reinterpretasi karya Max Landis, Victor Frankenstein (2015). 

Memilih untuk berfokus pada hubungan perkawanan Victor dan asistennya yang bongkok, Igor (yang tidak ada di novelnya). 

BACA JUGA:Udah Tau Belum? Begini Cara Bikin Motor Drag Biar Laju Dengan Kencang

Menilai dari tuduhan keras kritis yang menyebutnya sebagai peniruan terhadap Sherlock.

Dan yup, film ini boleh diibilang sebagai eksperimen yang gagal juga.

Jadi apakah kita akan melihat gaya bertutur modern yang kokoh dari kisah ini?*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: