Frankenstein (1994), Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan (05)

Frankenstein (1994), Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan (05)

Kisah Klasik Tentang Obsesi Manusia Mengutak-Atik Alam dan Ilmu Pengetahuan--google.com

Patrick Doyle (tidak disebutkan) sebagai konduktor orkestra Ballroom.

BACA JUGA:Ini Dia Suku Polahi yang Terletak di Gorontalo Dengan Miliki Pernikahan Sedarah!

Pertanyaannya sekarang, mengapa para pembuat film terpesona dengan sosok Frankenstein?

Sudah 92 tahun berlalu, setelah raungan monster Frankenstein terdengar dalam film yang dibuat James Whale pada 1931. 

Namun, kisah manusia jadi-jadian abad ke 19 karya Mary Shelley itu kini masih terus-menerus dibuat ulang.

BACA JUGA:Woii Ya, Kamu Ini Cara Bikin Motor Drag Biar Laju Dengan Kencang

Sayangnya dengan jalan cerita itu-itu saja –alias pengulangan yang cenderung mengkhawatirkan.

2016 kemarin menandai ulang tahun ke 200 sejak Mary Shelley menceritakan dongeng itu. 

Dan, para pembuat film agaknya telah terbuai dengan kisahnya sejak sinema tercipta. 

BACA JUGA:Yuk, Kita Intip Spesifikasi Macbook Pro M2 Pro

Namun apa yang sebenarnya membuat mereka begitu terpesona?

"Ini memberikan peluang bagi saya untuk bermain-main dalam kengerian," kata Whale kepada New York Times pada 1931. 

"Saya pikir itu akan asyik untuk mencoba dan membuat apa yang apa yang semua orang tau sebagai sesuatu yang secara fisik tidak mungkin, jadi tampak bisa meyakinkan”.

BACA JUGA:Menelisik Misteri Gunung Sidoro, Menyimpan Legenda dan Mitos yang Menyeramkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: