Tribhuwana Tunggadewi, Perempuan Pertama di Tahta Majapahit Sekaligus Panglima Perang Bersama Gajah Mada

Tribhuwana Tunggadewi, Perempuan Pertama di Tahta Majapahit Sekaligus Panglima Perang Bersama Gajah Mada

Tribhuwana Tunggadewi, Perempuan Pertama di Tahta Majapahit Sekaligus Panglima Perang Bersama Gajah Mada--Net

Pada masa pemerintahannya, ia menjalin hubungan yang erat dengan Gajah Mada, seorang tokoh penting dalam pemerintahan Majapahit.

BACA JUGA:Kisah Sangga Rujungan Dari Keturunan Si Pahit Lidah hingga Berubah menjadi Setuo, Begini Ceritanya!

Gajah Mada mendapatkan kepercayaan penuh dari ratu untuk menempati posisi paling bergengsi di dalam pemerintahan.

Sehingga membantu terlaksananya misi besar Tribhuwana Tunggadewi.

Misi yang paling terkenal adalah Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Melalui sumpah ini, mereka berkomitmen untuk tidak merasakan kenikmatan duniawi sebelum berhasil mempersatukan Nusantara di bawah naungan Kerajaan Majapahit.

Dengan tekad yang kuat, ratu dan timnya berhasil memulai ekspansi ke luar Jawa, termasuk menaklukkan Bali dan kerajaan-kerajaan di kawasan lainnya.

BACA JUGA:Satgas TPPO Selamatkan 2.710 Korban. Sebagian Besar Pekerja Migran

Tribhuwana Tunggadewi juga dikenal sebagai tokoh yang membangun dasar-dasar politik kenegaraan Majapahit.

Pemerintahannya memperluas pengaruh Majapahit hingga ke pelosok Nusantara.

Keberanian dan kecakapannya dalam memimpin menjadikan Majapahit semakin berkembang pesat di bawah kepemimpinannya.

Gajah Mada juga menjadi sosok penting dalam masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

BACA JUGA:Terpaksa Ikuti Tradisi Nenek Moyang, Suku Polahi Punya Tradisi Menikahkan Ibu dengan Anaknya

Membantu menjaga stabilitas negara dan menyelesaikan pemberontakan yang terjadi.

Namun, pada tahun 1350 Masehi, Tribhuwana Tunggadewi memutuskan untuk melepaskan tahtanya.Keputusan ini diambil setelah sang ibunda, Gayatri, meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: