Karena Kutukan Prabu Brawijaya, Keturunan Adipati Cepu Enggan Tak Berani Mendaki ke Gunung Lawu, Mengapa?

Karena Kutukan Prabu Brawijaya, Keturunan Adipati Cepu Enggan Tak Berani Mendaki ke Gunung Lawu, Mengapa?

Karena Kutukan Prabu Brawijaya, Keturunan Adipati Cepu Enggan Tak Berani Mendaki ke Gunung Lawu, Mengapa?-Foto: net-

PAGARALAMPOS.COM -  Kisah-kisah mistis yang terkait dengan suatu objek entah itu danau, perkampungan, kawah berapi dan gunung, memiliki daya pikat tersendiri. 

Kerap cerita mistis itu menjadi magnet yang menarik pengunjung hingga datang ke tempat kisah itu berasal.

Kisah mistis Gunung Lawu, salah satunya. Tempat ini ramai dikunjungi orang tidak hanya karena panorama alamnya yang indah, tapi juga karena kisah mistisnya. Disebutkan bahwa Gunung Lawu mendapat kutukan dari Prabu Brawijaya. Bagaimana kisahnya?

Gunung Lawu konon termasuk paling angker dan menyimpan banyak cerita mengenai keberadaan Raja Majapahit yang terakhir Prabu Brawijaya V. 

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah diyakini dijaga oleh dua makhluk gaib yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala.

BACA JUGA:Fix. Atlantis yang Hilang Adalah Indonesia, Ciri-cirinya Ditemukan di Gunung Padang?

Di puncak Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V mengeluarkan sumpah kepada Adipati Cepu dan keturunannya sebagai ungkapan kekesalannya.

Isi sumpah tersebut menyatakan bahwa jika ada orang dari daerah Cepu atau keturunan langsung Adipati Cepu yang naik ke Gunung Lawu, nasib mereka akan celaka atau bahkan kematian

Hingga saat ini, sumpah Prabu Brawijaya V masih dihormati oleh orang-orang dari daerah Cepu, terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki Gunung Lawu.

Mereka masih merasa takut melanggar sumpah tersebut. Kisah mistis ini menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi magnet bagi pengunjung yang tertarik dengan cerita mistis dan sejarah.

Gunung Lawu juga dikenal karena keberadaan banyak makam di puncaknya. Makam-makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir tokoh spiritual, wali, dan figur bersejarah.

BACA JUGA:Entah Hilang Kemana? 3 Pendekar Sakti di Pulau Jawa ini Tak Pernah Ditemukan Hingga Saat ini

Setiap makam memiliki cerita dan kisahnya sendiri. Pendaki sering mengunjungi makam-makam ini untuk tujuan religius, meditasi, atau sekadar menghormati warisan budaya dan sejarah yang ada.

Keberadaan makam-makam di Gunung Lawu memberikan dimensi spiritual yang kuat pada gunung ini. Banyak orang menganggap Gunung Lawu sebagai tempat yang sakral dan penuh berkah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: