Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (05)

Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (05)

Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen--google.com

PAGARALAMPOS.COM – Setelah menuntaskan novel itu dan mendapat banyak penolakan dari penerbit, Anne menderita gangguan obsesif kompulsif (OCD). 

Ia menjadi terobsesi dengan kuman dengan berpikir bahwa ia mencemari semua yang ia sentuh, sering mencuci tangan, dan obsesif memeriksa kunci di jendela dan pintu. 

Terkait masa itu, Anne berkata, "Apa yang Anda lihat saat berada dalam keadaan itu adalah setiap kekurangan dalam kebersihan kami, dan Anda tidak dapat mengendalikannya, sehingga Anda menjadi gila." 

BACA JUGA:Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (01)

Setelah menyelesaikan terapi OCD selama setahun, Anne menghadiri Konferensi Penulis Squaw Valley di Squaw Valley yang dipimpin oleh penulis Ray Nelson. 

Semasa konferensi, Anne bertemu dengan Phyllis Seidel yang kemudian menjadi agen sastranya. 

Pada bulan Oktober 1974, Phyllis menjual hak penerbitan Interview with the Vampire kepada Alfred A. Knopf, dengan uang muka sebesar $12.000 dari hak sampul keras, pada saat kebanyakan penulis baru menerima uang muka $2.000.

BACA JUGA:Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (02)

Interview with the Vampire diterbitkan pada Mei 1976. 

Pada tahun 1977, keluarga Rice melakukan perjalanan ke Eropa dan Mesir untuk pertamakalinya.

Karya Lainnya: Setelah penerbitan Interview with the Vampire, Anne menulis dua novel sejarah yaitu ‘The Feast of All Saints’ dan ‘Cry to Heaven’ bersama dengan tiga novel erotik (The Claiming of Sleeping Beauty, Beauty's Punishment, dan Beauty's Release) di bawah nama samaran AN Roquelaure. 

BACA JUGA:Mengenal Anne Rice, Novelis Genre Fiksi Gotik, Sastra Erotik, dan Sastra Kristen (03)

Kemudian dua lagi dengan nama samaran Anne Rampling (Exit to Eden dan Belinda) saat tinggal di California.

Tak lama selepas ia kembali ke New Orleans pada bulan Juni 1988, Anne menulis The ‘Witching Hour’ sebagai ekspresi kegembiraannya saat pulang ke rumah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: