Ia berharap langkah tersebut dapat terus memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba.
Menurutnya, Sumsel masih menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan survei enam tahun lalu, Sumsel tercatat sebagai provinsi dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi secara nasional.
BACA JUGA:Solusi Hemat Komuter Perkotaan! Menguak Keunggulan Kymco K1E 125 Dibanding Axis Z
Ia berharap angka tersebut saat ini telah mengalami penurunan.
Dari sisi pemberantasan, BNNP Sumsel pada 2025 berhasil mengungkap dan menyita sekitar 29 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi.
Sementara hingga 2026, pengungkapan telah mencapai sekitar 65 kilogram sabu, disertai barang bukti narkotika lainnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengungkapan tersebut tidak semata-mata diukur dari banyaknya barang bukti yang disita, tetapi dari keberhasilan membongkar jaringan peredaran gelap narkoba.
BACA JUGA:Kymco Xciting VS 400 vs Suzuki Burgman 400, Mana Lebih Enak Buat Touring? Ini Perbandingannya!
BNNP Sumsel bekerja berdasarkan data intelijen, informasi masyarakat, serta analisis terhadap jaringan untuk memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Kepala BNNP Sumsel menilai penyitaan puluhan kilogram narkotika memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai ekonominya.
Barang bukti yang berhasil diamankan berarti mencegah narkoba beredar dan dikonsumsi masyarakat, terutama generasi muda, yang dapat merusak kesehatan, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan proses panjang, terutama untuk mengungkap bandar dan jaringan utama.
BACA JUGA:Kymco CV-X45 Hadir Menantang Dominasi Skuter Adventure, Usung Mesin 450 cc dan Teknologi Modern
Para pelaku terus mengembangkan pola dan kemampuan untuk menghindari penindakan.
Karena itu, BNNP bersama aparat penegak hukum terus melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap jaringan serta aliran dana.