PAGARALAMPOS.COM - Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk dalam bidang musik tradisional.
Salah satu alat musik khas Nusantara yang cukup terkenal adalah Sasando, alat musik petik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Keunikan bentuk Sasando membuatnya mudah dikenali. Alat musik ini memiliki bentuk menyerupai tabung bambu dengan anyaman daun lontar sebagai pelengkap resonansinya. Tidak hanya menjadi alat hiburan, Sasando juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Rote.
Sejarah dan Asal Usul Sasando
Keberadaan Sasando tidak lepas dari cerita rakyat yang berkembang di Pulau Rote. Menurut kisah yang beredar, alat musik ini pertama kali diciptakan oleh seorang pemuda bernama Sangguana.
BACA JUGA:Generasi Terbaru OPPO: Find X9 Series dan Reno 15 Tawarkan Inovasi Teknologi dan Gaya Mewah
Konon, Sangguana mendapatkan inspirasi melalui mimpi yang menghadirkan suara alat musik dengan nada yang indah. Setelah terbangun, ia mencoba membuat alat musik dari bahan-bahan alami hingga akhirnya terciptalah Sasando.
Nama “Sasando” diyakini berasal dari bahasa Rote, yakni “sasandu” yang berarti bergetar atau berbunyi. Nama tersebut menggambarkan cara kerja alat musik ini yang menghasilkan suara dari getaran senar saat dipetik.
Bentuk dan Struktur Sasando
Sasando dibuat menggunakan bambu sebagai bagian utama tempat senar dipasang. Senar-senar tersebut disusun melingkar mengelilingi tabung bambu.
Di bagian luar, terdapat anyaman daun lontar yang berfungsi sebagai resonator alami untuk memperkuat suara yang dihasilkan.
Jumlah senar Sasando terus berkembang dari masa ke masa. Awalnya alat musik ini hanya memiliki beberapa senar, namun kini ada Sasando dengan puluhan senar yang memungkinkan dimainkan untuk berbagai jenis lagu, mulai dari musik tradisional hingga modern.
Peran Sasando dalam Kehidupan Masyarakat
Bagi masyarakat Rote, Sasando bukan sekadar alat musik biasa. Sasando sering digunakan dalam berbagai acara adat, pesta pernikahan, pertunjukan seni, hingga kegiatan keagamaan.