Pemkot PGA

Jejak Sejarah Sasando: Warisan Budaya Khas NTT dengan Suara Khas yang Mendunia

Jejak Sejarah Sasando: Warisan Budaya Khas NTT dengan Suara Khas yang Mendunia

Jejak Sejarah Sasando: Warisan Budaya Khas NTT dengan Suara Khas yang Mendunia-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Indonesia memiliki beragam warisan budaya yang terkenal hingga mancanegara, termasuk alat musik tradisionalnya.

Salah satu alat musik khas yang cukup populer adalah Sasando, instrumen petik tradisional asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Sasando dikenal karena bentuknya yang unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya di Indonesia. Instrumen ini dibuat menggunakan bambu dengan tambahan anyaman daun lontar yang berfungsi sebagai penghasil resonansi suara.

Selain menjadi alat musik, Sasando juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat Rote.

Asal Mula Sasando

Sejarah Sasando berkembang melalui cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun di Pulau Rote. Dalam kisah tersebut, alat musik ini disebut pertama kali dibuat oleh seorang pemuda bernama Sangguana.

BACA JUGA:Suzuki XL7 Hybrid, LSUV 7-Seater Irit BBM dengan Teknologi SHVS dan Fitur Canggih

Diceritakan bahwa Sangguana memperoleh inspirasi setelah bermimpi mendengar alunan musik yang indah. Setelah terbangun, ia mencoba menciptakan alat musik dari bahan alami hingga akhirnya lahirlah Sasando.

Nama Sasando dipercaya berasal dari kata “sasandu” dalam bahasa Rote yang memiliki arti bergetar atau berbunyi. Nama tersebut menggambarkan suara yang muncul dari getaran senar saat dimainkan.

Keunikan Bentuk Sasando

Sasando memiliki bentuk utama berupa tabung bambu yang dipasangi sejumlah senar di bagian sekelilingnya. Senar-senar itu dipetik untuk menghasilkan nada yang khas.

Pada bagian luar bambu, terdapat anyaman daun lontar yang dibentuk menyerupai kipas besar. Bagian ini berfungsi untuk memperkuat suara sehingga bunyi Sasando terdengar lebih nyaring dan merdu.

BACA JUGA:Minerva Electron M-2 Resmi Meluncur! Motor Listrik Baterai Swap yang Bikin Mobilitas Makin Praktis

Jumlah senar Sasando juga terus mengalami perkembangan. Jika dahulu jumlahnya masih terbatas, kini ada Sasando dengan puluhan senar yang mampu memainkan berbagai jenis lagu, baik tradisional maupun modern.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait