5 Tradisi Adat dari Maluku, dari Kebiasaan Sasi hingga Api Pattimura

Selasa 12-05-2026,11:58 WIB
Reporter : Deka
Editor : Almi

Adat Nyuci Negeri Soya telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak 20 Oktober 2015.

Pengakuan ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Anies Baswedan.

Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berfungsi untuk memelihara kehidupan dan mengingatkan generasi berikutnya tentang nilai-nilai positif.

BACA JUGA:4 hewan langka tinggal di Gunung Rinjani, salah satunya dianggap sebagai nenek moyang.

3. Upacara Adat Sasi

Upacara adat Sasi dapat ditemukan hampir di seluruh kawasan Maluku dan Papua.

Tradisi ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup.

Biasanya, Sasi dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Namun, tradisi ini juga dapat diterapkan di darat. Sasi adalah suatu bentuk kebijaksanaan lokal yang melarang pengambilan hasil panen dalam waktu tertentu.

Langkah ini diambil untuk melindungi ekosistem, terutama ekosistem laut.

BACA JUGA: Rumah Mod Aki Aksa Papua Barat: Bangunan Kaki Seribu yang Menarik dan Sarat dengan Makna Budaya

4. Obor Pattimura

Upacara adat ini ditujukan untuk menghormati Pattimura, pahlawan dari Maluku yang melawan penjajah. Upacara ini biasanya dirayakan setiap 15 Mei dengan sebuah pawai obor.

Dalam acara kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah setempat ini, terdapat kegiatan lari obor.

Lari obor dimulai dari Pulau Saparua menuju Pulau Ambon, kemudian para pelari akan diarak menuju Kota Ambon.

BACA JUGA:Pesona Gunung Manglayang dan Cerita Mistis yang Melekat dalam Sejarah Tanah Sunda

5. Upacara Fangnea Kidabela

Tradisi adat Fangnea Kidabela banyak dijumpai di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara.

Tujuan dari upacara ini adalah untuk memperkuat jalinan sosial di daerah tersebut.

Kategori :