Jalur Betung Diterapkan One Way Situasional Mulai 13 Maret

Selasa 10-03-2026,21:58 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM — Mengantisipasi potensi kemacetan parah di jalur lintas Palembang–Jambi, khususnya di kawasan Betung, Kabupaten Banyuasin, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) situasional serta pembatasan operasional angkutan barang.

Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 13 hingga 30 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi meningkatnya volume kendaraan menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan melintasi jalur tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni, mengatakan rekayasa arus lalu lintas akan difokuskan di titik penyempitan jalan di kawasan Betung yang selama ini kerap menjadi penyebab kemacetan panjang.

Menurutnya, pengaturan arus kendaraan akan memanfaatkan jalan tol sebagai jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan di jalan arteri.

BACA JUGA:Tol Kayu Agung Dipastikan Siap Layani Mudik 2026, Tarif Didiskon 30 Persen

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Tinjau Kesiapan Jalur Mudik Tol Kapal Betung

Dalam skema yang disiapkan, kendaraan yang datang dari arah Palembang akan diarahkan keluar melalui exit tol Pangkalan Balai. Sementara kendaraan dari arah Jambi akan masuk melalui exit tol Pulau Rimau sehingga arus lalu lintas dapat lebih terurai.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol untuk menyiapkan rekayasa arus tersebut. Harapannya kendaraan tidak menumpuk di jalan arteri yang memiliki lebar terbatas,” ujar Musni, Selasa (10/3/2026).

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub Sumsel juga menyiagakan sebanyak 1.060 personel gabungan yang akan ditempatkan di 561 posko terpadu di berbagai wilayah Sumatera Selatan selama periode arus mudik.

Tak hanya itu, untuk memberikan ruang lebih bagi kendaraan pemudik, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan bagi angkutan barang tertentu sesuai ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) selama masa puncak mudik.

BACA JUGA:147.780 Kendaraan Padati JTTS pada Arus Balik Nataru

BACA JUGA:Tol Terpeka Jadi Saksi Sejarah, Pesawat Tempur Pertama Mendarat di Jalan Tol Indonesia

Musni menambahkan, pihaknya juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menargetkan seluruh perbaikan jalan berlubang sudah selesai paling lambat H-7 sebelum Lebaran.

Ia pun mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi lalu lintas terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan selama masa mudik.

“Tujuan utama rekayasa ini agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berujung kemacetan panjang. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi pengaturan yang telah disiapkan,” tutupnya.

Kategori :