Pemkot PGA

Rekam 723 Kasus DBD di Sumsel, Empat Pasien Dilaporkan Meninggal Hingga Maret 2026

Rekam 723 Kasus DBD di Sumsel, Empat Pasien Dilaporkan Meninggal Hingga Maret 2026

Foto : Tempat penampungan air rawan sarang nyamuk.--ist

PAGARALAMPOS.COM — Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Hingga akhir Maret 2026, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat ratusan warga terserang penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Data terbaru mengungkapkan, sejak Januari hingga 31 Maret 2026 terdapat 723 kasus DBD yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel. Dari jumlah tersebut, empat pasien dilaporkan meninggal dunia, menandakan ancaman penyakit ini masih serius dan memerlukan perhatian bersama.

Kota Palembang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Tingginya mobilitas penduduk dan kepadatan permukiman menjadi faktor yang dinilai berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran penyakit tersebut di ibu kota provinsi itu.

Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan Sumatera Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan di tingkat masyarakat. Upaya pengendalian tidak hanya difokuskan pada penanganan pasien, tetapi juga pada pencegahan penularan sejak dini.

BACA JUGA:Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan, Angka Kematian 0,54 Persen

BACA JUGA:Potensi Penularan DBD di Palembang Tinggi, Dinkes Sumsel Siapkan 5.000 Dosis Vaksin Gratis

Selain itu, ancaman peningkatan kasus diperkirakan masih berpotensi terjadi, terutama menjelang musim penghujan yang identik dengan meningkatnya populasi nyamuk. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai langkah strategis, Dinas Kesehatan Sumsel juga menggandeng kalangan akademisi untuk memperluas intervensi kesehatan masyarakat, termasuk melalui program vaksinasi dengue bagi anak-anak usia sekolah dasar yang tergolong kelompok rentan.

Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD dalam jangka panjang. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan kasus dengue sebagai bagian dari komitmen menuju target Zero Dengue Death pada tahun 2030.

Sementara itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui kampanye pemberantasan sarang nyamuk dan penerapan pola hidup bersih. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus rantai penularan penyakit yang setiap tahun masih menjadi ancaman kesehatan di Sumatera Selatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengatakan hingga 31 Maret 2026 tercatat sebanyak 723 kasus DBD dengan empat kasus kematian.

"Untuk kasus tertinggi ditemukan di Kota Palembang sebanyak 268 kasus DBD," katanya.

Ia merinci jumlah kasus DBD di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) empat kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) 30 kasus, Muara Enim 53 kasus, Lahat 23 kasus, Musi Rawas 26 kasus, dan Musi Banyuasin 29 kasus.

BACA JUGA:Mewaspadai Wabah DBD: Gejala, Pencegahan, dan Cara Menanggulangi Demam Berdarah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: