"Ini menjadi tonggak penting untuk melangkah lebih maju dalam konsorsium pengembangan Tanjung Carat,” ungkap Achmad.
BACA JUGA:Pengiriman Kelima, Gubernur - Pangdam Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera
Ia juga menyoroti posisi strategis Tanjung Carat yang tidak hanya akan berfungsi sebagai pelabuhan komoditas industri dan pangan, tetapi juga sebagai pelabuhan energi.
Keberadaannya diproyeksikan mampu menjadi solusi terhadap potensi kelangkaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Pelindo turut mengajak BUMN maupun perusahaan swasta di Sumsel, seperti Bomba Group dan perusahaan lainnya, untuk menjadi anchor buyer sekaligus mitra strategis dalam pengembangan pelabuhan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu menekan biaya logistik secara signifikan.
Jika ekosistem ini terbentuk, didukung konektivitas kereta api serta infrastruktur jalan dari Kementerian PUPR, maka operasional pelabuhan akan jauh lebih efisien.
"Kami juga akan segera melakukan roadshow untuk menjaring investor dan mitra, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan BUMN dapat segera terwujud.
Sehingga pengembangan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat mampu menjadi pengungkit utama transformasi ekonomi Sumatera Selatan ke depan.