Setelah matang, hidangan ini disajikan dengan tambahan parutan kelapa serta potongan buah nangka.
5. Kue Asidah (Maluku)
Kue Asidah sebenarnya berasal dari wilayah Arab.
BACA JUGA:7 Restoran yang Menawarkan Menu Lezat Tanpa Daging untuk Pecinta Kuliner Sehat
Makanan ini mulai dikenal di Indonesia ketika para pedagang Arab datang dan menyebarkan ajaran Islam.
Meski bukan makanan asli Indonesia, masyarakat Maluku tetap menjadikannya sebagai salah satu hidangan khas saat bulan Ramadan.
Menariknya, kue ini biasanya hanya mudah ditemukan selama bulan puasa.
6. Bubur Kampiun (Sumatra Utara)
BACA JUGA:Dari Surabi hingga Seblak: Ragam Kuliner Khas Jawa Barat yang Bikin Lidah Goyang
Sumatra Utara memiliki hidangan khas bernama Bubur Kampiun yang berasal dari budaya Minangkabau.
Satu porsi bubur ini terdiri dari berbagai jenis bubur, seperti bubur sumsum, ketan putih, ketan hitam, kacang hijau, serta bubur candil.
Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa yang manis, gurih, dan legit.
Keunikan rasanya membuat Bubur Kampiun menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke daerah tersebut.
BACA JUGA:Menyusuri Kuliner Depok: Hidangan Favorit yang Wajib Dicoba
7. Barongko (Sulawesi Selatan)
Di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar, Barongko sering dijadikan sebagai takjil untuk berbuka puasa.