Sentuhan akhir menggunakan ghee dan bawang goreng menambah aroma gurih pada hidangan ini.
Makanan ini kaya akan karbohidrat dan protein yang membantu tubuh memulihkan energi secara bertahap setelah berbuka puasa.
5. Thareed di Arab Saudi
BACA JUGA:Kuliner Khas Bangka Belitung, Cita Rasa Laut yang Bikin Ketagihan!
Thareed hampir selalu ada di meja iftar masyarakat Arab Saudi.
Hidangan daging domba ini dimasak dengan kentang, wortel, dan zucchini dalam kuah tomat yang dibumbui kunyit, kapulaga, dan jeruk nipis kering.
Keistimewaannya terletak pada penyajian di atas roti pipih tipis yang dikenal sebagai regag.
Roti ini mampu menyerap kuah semur, menjadikannya lembut dan penuh rasa.
BACA JUGA:Kuliner Tradisional Sumatera Selatan Makin Mendunia, Restoran Lokal Masuk Rekomendasi Traveler Asia
Perpaduan tekstur roti dan kuah berbumbu membuat thareed terasa hangat dan mengenyangkan.
6. Samosa di Asia Selatan
Di India dan Pakistan, samosa merupakan makanan pembuka yang paling umum dijumpai selama Ramadan.
Kulitnya yang tipis digoreng hingga crispy, membungkus isian kentang berbumbu atau daging cincang yang kaya akan rempah seperti jintan dan garam masala.
Variasi samosa keema, yang menggunakan daging cincang, sangat populer ketika berbuka puasa.
Hidangan ini disajikan dengan chutney mint atau saus asam, menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar dalam setiap gigitan.