Sumsel Jadi Simpul Utama Mudik Sumatera, Herman Deru Targetkan 1.500 Km Jalan Mulus H-10 Lebaran

Jumat 27-02-2026,23:56 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM  — Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pembenahan infrastruktur demi memastikan kelancaran pergerakan jutaan pemudik.

Provinsi ini diproyeksikan menjadi salah satu jalur darat terpadat di Sumatera, dengan estimasi mobilitas mencapai 3,87 juta orang selama periode Lebaran.

Sebagai penghubung utama jalur darat dari Lampung menuju Jambi hingga Aceh, Sumsel memegang peran strategis dalam distribusi arus kendaraan lintas provinsi.

Karena itu, kesiapan jalan nasional dan provinsi menjadi perhatian serius agar tidak terjadi hambatan yang berpotensi memicu kemacetan panjang.

BACA JUGA:Wamen Dikdasmen Bongkar Manipulasi Dapodik, Akreditasi Palsu Rampas Hak Siswa

BACA JUGA:Herman Deru Lepas Almarhum Alex Noerdin Secara Kedinasan, Pemimpin Konsisten yang Warisannya Terus Dilanjutkan

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh ruas berlubang akan tuntas diperbaiki paling lambat H-10 Lebaran.

“H-10 seluruh lubang sudah tertutup semua. Itu jaminan dari Kementerian PU. Termasuk jalan yang sempat viral seperti penghubung Muba-Mura,” ujar Herman Deru, Jumat (27/2/2026).

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik krusial, seperti ruas Musi Banyuasin–Musi Rawas, Banyuasin, Palembang–Prabumulih, hingga Prabumulih–Lahat.

Jalur Palembang–Betung yang menjadi akses utama menuju Jambi juga mendapat perhatian khusus karena kerap menjadi titik kepadatan kendaraan.

BACA JUGA:Pembangunannya Tol Paltung Seksi 1 dan 2 Dikebut, Penghubung Tol Keramasan dan Tol Pangkalan Balai

BACA JUGA:147.780 Kendaraan Padati JTTS pada Arus Balik Nataru

Dari total sekitar 60 kilometer ruas Palembang–Betung, sepanjang 22 kilometer di antaranya rawan kemacetan akibat bottleneck atau penyempitan jalan.

"Pemerintah daerah berharap optimalisasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga beban jalan nasional berkurang," katanya.

Selain infrastruktur jalan, sektor perkeretaapian turut menjadi perhatian. Peningkatan frekuensi angkutan batu bara dikhawatirkan memicu kepadatan di perlintasan sebidang.

Kategori :