Arkeologi: berisi peninggalan masa prasejarah, Hindu-Buddha, hingga kerajaan besar seperti Kediri, Majapahit, dan Singasari.
Etnografi: menampilkan berbagai perlengkapan kehidupan tradisional seperti pakaian adat, alat musik, dan peralatan rumah tangga.
Numismatik: memamerkan aneka uang kuno, mulai dari koin kerajaan hingga mata uang kolonial.
BACA JUGA:Manfaat Kunyit Asam untuk Kesehatan: Rahasia Tradisional untuk Tubuh Sehat dan Bugar!
Keramik dan Seni Rupa: menonjolkan karya seni klasik hingga kontemporer yang merefleksikan kreativitas masyarakat Nusantara.
Sejarah Perjuangan: menyimpan dokumen, foto, dan benda peninggalan masa kemerdekaan yang penuh makna historis.
Setiap ruang pamer di museum ini disusun secara kronologis, memungkinkan pengunjung menelusuri perjalanan sejarah dan kebudayaan Jawa Timur secara runtut dan mendalam.
Makna Filosofis Nama Mpu Tantular
Penamaan museum ini memiliki nilai simbolis yang tinggi. Mpu Tantular dikenal sebagai tokoh yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Semboyannya “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi cerminan semangat bangsa Indonesia dalam menjaga keharmonisan antarsuku, agama, dan budaya.
BACA JUGA:Labu Air dan Kesehatan: 7 Keunggulan yang Wajib Kamu Tahu
Museum ini pun diharapkan menjadi tempat yang menumbuhkan semangat persatuan melalui pemahaman sejarah dan penghargaan terhadap warisan leluhur.
Peran Museum di Masa Kini
Di era modern, Museum Mpu Tantular bertransformasi menjadi pusat edukasi dan penelitian sejarah. Banyak pelajar, mahasiswa, hingga peneliti datang untuk mempelajari kekayaan budaya Jawa Timur.
Selain itu, museum ini aktif mengadakan pameran tematik, lokakarya budaya, dan festival seni daerah guna menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah.
Pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan digitalisasi koleksi agar masyarakat dapat mengakses informasi sejarah secara lebih mudah dan luas.