Begini! Cerita Legenda Gunung Bromo dan Suku Tengger Hingga Tradisi Kasada

Senin 27-10-2025,11:50 WIB
Reporter : Selvi
Editor : Gusti

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Museum Adityawarman: Menjaga Warisan Budaya Minangkabau!

Roro Anteng dan Joko Seger akhirnya memiliki 25 anak. Namun saat waktu penyerahan tiba, keduanya tidak tega mengorbankan anak bungsu mereka, Raden Kusuma. Para dewa murka dan menyebabkan letusan besar. Raden Kusuma pun menghilang terseret kawah Gunung Bromo.

Sebelum lenyap, Raden Kusuma berpesan kepada keluarganya:

“Ayah, Ibu, jangan bersedih. Setiap tahun lakukanlah upacara dan persembahan ke kawah Bromo sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada Sang Pencipta.”

Pesan inilah yang menjadi asal mula Tradisi Kasada.

Tradisi Suku Tengger: Upacara Yadnya Kasada

Upacara Yadnya Kasada adalah tradisi sakral yang dilakukan oleh Suku Tengger setiap bulan Kasada dalam kalender Hindu Tengger, yang biasanya jatuh pada bulan Juli. Upacara ini dilakukan di Pura Luhur Poten, kemudian dilanjutkan di kawah Gunung Bromo.

Makna Upacara Kasada

BACA JUGA:Sejarah Rumah Rakit dan Rumah Limas Pelawan: Warisan Arsitektur Tradisional Sumatera Selatan!

Kasada adalah bentuk:

Rasa syukur atas berkah dan hasil panen

Memohon keselamatan dari malapetaka

Menghormati leluhur, terutama Raden Kusuma

Menjaga hubungan manusia dengan alam dan Sang Hyang Widhi

BACA JUGA:Sejarah Berdirinya Museum Affandi di Yogyakarta dan Warisan Seni yang Ditinggalkan!

Prosesi Upacara

Kategori :