Menelusuri Sejarah Tari Zapin: Perpaduan Budaya Arab dan Melayu yang Menawan!

Kamis 09-10-2025,14:37 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Monumen Kresek Madiun: Saksi Bisu Tragedi Berdarah Pemberontakan PKI 1948 yang Menyimpan Nilai Sejarah dan Pat

Masing-masing versi membawa gaya gerak, musik, dan busana yang berbeda, namun tetap mempertahankan ruh tradisionalnya.

Kostum yang digunakan biasanya berupa pakaian Melayu lengkap dengan kain songket dan tanjak untuk penari laki-laki, serta baju kurung dan selendang bagi penari perempuan.

Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan

Tari Zapin bukan sekadar warisan seni pertunjukan, tetapi juga cermin identitas budaya bangsa.

BACA JUGA:Kelenteng Tay Kak Sie Semarang: Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya Tionghoa

Melalui tarian ini, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Indonesia mampu mengolah pengaruh luar menjadi karya budaya yang unik dan bernilai tinggi.

Upaya pelestarian terus dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sanggar seni, hingga generasi muda yang mempelajari dan menampilkan Zapin di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Pelestarian Tari Zapin tidak hanya penting untuk menjaga kekayaan budaya, tetapi juga untuk memperkuat rasa bangga terhadap jati diri bangsa.

Di tengah arus globalisasi, Zapin menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisi masih bisa hidup berdampingan dengan modernitas.

Kategori :