Lokasinya berada di Lapangan Tegallega, tempat di mana sebagian besar rakyat Bandung berkumpul sebelum meninggalkan kota dan membakar rumah mereka.
Monumen ini berbentuk obor raksasa setinggi 45 meter dengan 9 bidang dan 11 pilar, yang mencerminkan simbol kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 (17-8-1945).
Angka 45 mewakili tahun proklamasi, sedangkan 9 bidang dan 11 pilar melambangkan tanggal serta bulan terjadinya peristiwa heroik tersebut.
Monumen Bandung Lautan Api tidak hanya menjadi tanda peringatan sejarah, tetapi juga lambang kekuatan, keberanian, dan pengorbanan rakyat Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan.
BACA JUGA:Yuk Kenalan Lagi dengan Membatik, Tradisi Panjang yang Sarat Nilai Lebih dari Sekadar Seni
Fungsi dan Makna Monumen
Selain sebagai simbol perjuangan, Monumen Bandung Lautan Api juga memiliki fungsi penting sebagai sarana edukasi sejarah.
Banyak pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang datang untuk mempelajari kisah heroik Bandung pada masa revolusi fisik.
Di sekitar monumen, pemerintah juga sering menggelar acara peringatan Hari Bandung Lautan Api setiap tanggal 23 Maret.
Bagi masyarakat Bandung, monumen ini adalah pengingat bahwa kebebasan yang mereka nikmati saat ini dibayar dengan harga yang sangat mahal. Kehilangan rumah, harta, bahkan nyawa, bukanlah hal yang ringan.
Namun semua itu dilakukan demi satu tujuan: kemerdekaan bangsa Indonesia yang tidak lagi ingin dijajah.
BACA JUGA:Sejarah Suku Gayo: Asal-Usul, Budaya, dan Peranannya dalam Identitas Aceh!
Bandung Lautan Api dalam Kenangan Bangsa
Peristiwa Bandung Lautan Api tercatat dalam sejarah Indonesia sebagai salah satu bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajahan.
Kisah ini bahkan menggema hingga ke mancanegara, karena menunjukkan betapa kuatnya tekad bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya yang baru diraih.
Semangat ini juga terekam dalam berbagai karya seni, seperti lagu perjuangan dan film yang mengabadikan kisah heroik tersebut.