Ada juga kisah tentang pendaki yang tersesat meskipun sudah mengenal jalur dengan baik, seolah-olah dibelokkan oleh kekuatan tak kasat mata.
Kejadian semacam ini sering dikaitkan dengan keberadaan dunia gaib yang dipercaya “tidak suka” jika seseorang bersikap sembarangan di wilayahnya.
Oleh karena itu, pendaki yang berpengalaman selalu mengingatkan untuk bersikap hati-hati dan tidak arogan saat mendaki.
BACA JUGA:Kengerian Gunung Pangrango. Ternyata Ditunggu Sosok Ini. Simak Fakta Lainnya!
Gunung Pangrango dalam Sastra dan Budaya
Gunung Pangrango juga tercatat dalam karya sastra, salah satunya oleh Soe Hok Gie, seorang aktivis dan pecinta alam terkenal yang menulis puisi tentang Lembah Mandalawangi.
Dalam karyanya, Gie melukiskan keindahan dan kesunyian lembah itu sebagai lambang ketenteraman serta usaha menemukan jati diri.
Bagi masyarakat Sunda, Gunung Pangrango lebih dari sekadar gunung; ia merupakan elemen penting dalam kepercayaan dan tradisi.
Berbagai cerita rakyat dan legenda sering menjadik. Pangrango sebagai latar belakang atau simbol dari spiritualitas.