Gedung Bunder Kebumen: Warisan Arsitektur Kolonial yang Sarat Sejarah

Minggu 27-07-2025,09:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Atap gedung berbentuk limasan, memberikan perlindungan ekstra dari panas dan hujan.

Ruang dalam bangunan ini disusun mengelilingi bagian tengah, menciptakan alur sirkulasi yang menyatu.

Beberapa elemen interior klasik seperti tegel lama, pintu kayu ukir, dan perabotan antik masih dapat ditemukan, memberikan kesan historis yang kuat.

Perjalanan Fungsi Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Gedung Bunder mengalami sejumlah perubahan fungsi. Pada masa-masa awal, bangunan ini sempat dijadikan kantor pemerintahan daerah. Selain itu, pernah pula difungsikan sebagai tempat penyimpanan dokumen arsip penting.

Seiring berjalannya waktu, bangunan ini juga digunakan sebagai rumah dinas dan tempat pertemuan resmi.

Meski telah berganti-ganti fungsi, struktur utama gedung tetap dipertahankan, menjaga keaslian bentuk dan nilai sejarahnya.

BACA JUGA:Sejarah Suku Bajo: Jejak Peradaban Maritim di Nusantara yang Tak Tergerus Zaman!

BACA JUGA:Sejarah Candi Bumi Ayu: Jejak Hindu di Tanah Sumatera Selatan!

Upaya Pelestarian dan Fungsi Saat Ini

Kini, Gedung Bunder lebih dikenal sebagai salah satu situs bersejarah dan tujuan wisata edukatif di Kebumen.

Walaupun belum secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, berbagai pihak telah menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian bangunan ini.

Komunitas pecinta sejarah, warga lokal, hingga pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya pelestarian — mulai dari kegiatan kebersihan rutin, dokumentasi sejarah, hingga promosi melalui media sosial dan acara budaya.

Rencana revitalisasi juga tengah digagas, termasuk penambahan informasi sejarah di sekitar gedung dan penataan lingkungan sebagai ruang publik yang menarik bagi masyarakat dan pengunjung.

BACA JUGA:Sejarah Candi Bumi Ayu: Jejak Hindu di Tanah Sumatera Selatan!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Arjuna: Warisan Hindu Tertua di Dataran Tinggi Dieng!

Kategori :