Kolintang: Warisan Musik Kayu Berirama dari Tanah Minahasa

Senin 21-07-2025,11:57 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Kolintang adalah alat musik tradisional khas dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya masyarakat setempat.

Alat musik ini tidak hanya dimainkan dalam upacara adat, tetapi juga tampil dalam berbagai pertunjukan seni dan kegiatan sosial.

Asal Mula Kolintang

Nama “Kolintang” berasal dari suara yang muncul saat bilah-bilah kayunya dipukul: ko-lin-tang. Bunyi khas inilah yang kemudian menjadi sebutan bagi alat musik ini.

Kolintang terbuat dari kayu pilihan yang disusun secara berurutan untuk menghasilkan tangga nada tertentu. Masing-masing bilah menghasilkan nada yang berbeda, dan biasanya dimainkan menggunakan dua stik kayu.

Dahulu, instrumen ini dilengkapi tali atau peredam di bawah bilah untuk memperjelas resonansi.

BACA JUGA:Manfaat Labu Siam bagi Kesehatan Tubuh: Sayuran Sederhana dengan Segudang Khasiat!

BACA JUGA:Mengatasi Gusi Bengkak dan Mengetahui Penyebabnya yang Mengganggu Kesehatan Mulut!

Perkiraan awal kemunculan Kolintang dipatok sejak abad ke-17, dan meskipun sempat mendapatkan pengaruh dari bangsa Eropa, terutama Belanda, identitas asli Kolintang tetap kental dalam tradisi Minahasa.

Karakter dan Fungsi Kolintang

Kolintang memiliki suara yang ringan dan bernada cerah, menjadikannya cocok sebagai alat musik pengiring lagu daerah, tarian tradisional, maupun nyanyian adat.

Dalam masyarakat Minahasa, Kolintang juga digunakan untuk mengiringi ritual adat dan perayaan penting.

Saat ini, Kolintang tidak hanya dimainkan dalam konteks tradisional. Banyak seniman yang memasukkan instrumen ini dalam aransemen musik modern, termasuk jazz, pop, dan musik klasik.

Kolintang dalam Dunia Musik Modern

Seiring perkembangan zaman, Kolintang turut bertransformasi. Versi modern dari alat musik ini bahkan dibuat secara elektrik, memungkinkan penggunaannya dalam konser besar dengan sistem audio profesional.

Kategori :