Sejarah Candi Bumi Ayu: Jejak Hindu di Tanah Sumatera Selatan!

Minggu 20-07-2025,21:37 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Candi Bumi Ayu diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8 hingga ke-13 Masehi, berdasarkan hasil analisis arkeologis dan penanggalan karbon dari beberapa temuan.

Candi ini diyakini merupakan bagian dari pusat kerajaan Hindu yang pernah berkembang di Sumatera bagian selatan.

Beberapa sejarawan menyebutkan bahwa candi ini memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya, meskipun Sriwijaya sendiri lebih dikenal sebagai kerajaan bercorak Buddha.

Hal ini menandakan adanya keragaman kepercayaan di wilayah tersebut pada masa lampau.

Situs Bumi Ayu menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki keterikatan budaya dan agama dengan India Selatan, khususnya karena adanya kemiripan bentuk arsitektur dan relief dengan candi-candi Hindu di India.

BACA JUGA:Menelusuri Suku Moronene: Mengenal Salah Satu Masyarakat Adat di Sulawesi Tengah!

Hal ini menegaskan bahwa pengaruh Hindu masuk melalui jalur perdagangan dan budaya yang menyebar melalui pesisir Sumatera.

Arsitektur dan Struktur Candi

Candi-candi di kompleks Bumi Ayu sebagian besar terbuat dari bata merah, mirip dengan candi-candi di Jawa Timur seperti Candi Jabung atau Candi Trowulan.

Candi utama (Candi 1) memiliki bentuk persegi dengan tangga masuk dari arah timur.

Di bagian tengah terdapat bilik utama yang dahulu kemungkinan digunakan untuk menempatkan arca dewa.

Dalam penggalian yang dilakukan, para arkeolog menemukan berbagai arca penting, di antaranya arca Dewa Siwa, Ganesha, dan Nandi—kendaraan Dewa Siwa.

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Alat Musik Kolintang: Warisan Budaya Minahasa yang Mendunia!

Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa candi ini merupakan tempat pemujaan aliran Siwaisme.

Selain itu, ditemukan juga yoni dan lingga, simbol kesuburan dalam ajaran Hindu, yang menandakan pentingnya candi ini dalam aktivitas religius masyarakat masa lampau.

Fungsi dan Peran Sosial

Kategori :