BACA JUGA:Sejarah Suku Indian: Perjalanan Panjang Penduduk Asli Amerika dari Masa Kejayaan hingga Penjajahan!
Gaya arsitektur ini mencerminkan bentuk gunung Meru yang dianggap suci dalam kepercayaan Hindu.
Relief yang terdapat di dinding candi cukup sederhana dan tidak sekompleks relief di candi-candi besar seperti Prambanan atau Borobudur.
Bagian dalam candi memiliki ruang sempit yang diduga digunakan untuk menaruh arca dewa, kemungkinan Dewa Siwa, mengingat latar belakang Hindu-Siwais pada masa itu.
Di depan Candi Arjuna berdiri Candi Semar yang lebih kecil, berfungsi sebagai candi perwara atau candi pendamping.
Fungsi Keagamaan
Candi Arjuna dulunya berfungsi sebagai tempat pemujaan dan pelaksanaan ritual keagamaan umat Hindu.
Dataran Tinggi Dieng sendiri dianggap sebagai kawasan suci karena letaknya yang tinggi dan berkabut, memberikan kesan magis dan sakral.
BACA JUGA:Mengenal Sejarah Alat Musik Kolintang: Warisan Budaya Minahasa yang Mendunia!
Dalam kepercayaan Hindu kuno, tempat tinggi seperti gunung dianggap lebih dekat dengan para dewa.
Dieng berasal dari kata “Di Hyang” yang berarti “Tempat Para Dewa”.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kawasan ini dipilih sebagai lokasi pendirian candi.
Kompleks candi ini menjadi pusat spiritual sekaligus simbol keagamaan penting bagi masyarakat Hindu pada masa itu.
Pemugaran dan Pelestarian
Sejak ditemukan kembali, Candi Arjuna telah mengalami beberapa tahap pemugaran untuk menjaga keutuhan strukturnya.
Pemerintah melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) terus melakukan upaya konservasi terhadap bangunan dan lingkungan sekitarnya.