PAGARALAMPOS.COM - Kolintang adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.
Terbuat dari bilah-bilah kayu yang disusun rapi dan dimainkan dengan cara dipukul, kolintang bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga merupakan simbol kebudayaan, spiritualitas, dan jati diri masyarakat Minahasa.
Seiring waktu, kolintang tidak hanya dimainkan dalam upacara adat, tetapi juga telah berkembang menjadi alat musik yang mampu mengiringi lagu daerah, pop, bahkan musik klasik.
Artikel ini akan mengulas sejarah kolintang, makna budaya di baliknya, serta peranannya dalam dunia musik modern.
Asal Usul dan Etimologi
Nama "kolintang" berasal dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik ini, yakni “tong”, “ting”, dan “tang”.
Dalam bahasa Minahasa, orang-orang dulu sering mengatakan, “Mari kita ber-kolintang,” yang berarti “Mari kita bermain alat musik yang berbunyi tong-ting-tang.”
Menurut cerita masyarakat Minahasa, kolintang sudah ada sejak zaman dahulu dan biasanya dimainkan dalam ritual adat, pemujaan roh leluhur, serta kegiatan sosial masyarakat.
Awalnya, kolintang hanya dimainkan oleh laki-laki, namun seiring perkembangan zaman, perempuan juga ikut memainkan alat musik ini.
BACA JUGA:Inilah Rekomendasi Makanan Khas Bekasi Yang Wajib Kalian Coba!
Peran Kolintang dalam Kehidupan Adat
Pada masa lampau, kolintang memiliki fungsi yang sangat sakral. Ia sering digunakan dalam ritual-ritual penghormatan kepada arwah leluhur, upacara panen, serta perayaan adat lainnya.
Musik kolintang dipercaya dapat menghubungkan manusia dengan alam dan dunia roh.