Dari Kampung Nelayan ke Wisata Bahari
Pada era 1980-an, perhatian pemerintah daerah mulai diarahkan untuk mengembangkan Toronipa sebagai destinasi rekreasi.
Akses jalan diperbaiki dan masyarakat mulai terlibat dalam sektor pariwisata, seperti membuka warung makan, penyewaan perlengkapan bermain air, hingga penginapan skala kecil.
Dalam beberapa tahun terakhir, Toronipa menjadi bagian dari program "Kendari Waterfront City" yang mendorong pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.
Tradisi Laut yang Tetap Hidup
Meski kini ramai pengunjung, identitas budaya setempat tetap terpelihara. Ritual adat seperti meti (syukuran hasil laut), kepercayaan terhadap roh penjaga laut, serta larangan-larangan adat masih dijalankan oleh sebagian masyarakat.
BACA JUGA: Danau Satonda: Sejarah Alam dan Legenda Mistis Pulau Vulkanik yang Menawan
BACA JUGA:Mengenal Bukit Ketapang: Catatan Sejarah Perjuangan dan Pesona Alam yang Memikat
Warisan budaya ini menjadi cerminan hubungan spiritual yang mendalam antara masyarakat dengan laut, sekaligus memperkaya nilai budaya Toronipa sebagai destinasi wisata yang berjiwa.