BACA JUGA:Sejarah Danau Towuti: Permata Alam di Jantung Sulawesi!
Sementara itu, di sisi depan candi utama terdapat tiga candi perwara (pendamping) yang kemungkinan digunakan untuk memuliakan dewa-dewa lain seperti Brahma dan Wisnu.
Makna Simbolik
Candi Ijo tidak hanya menampilkan keindahan struktur batu yang megah, tetapi juga sarat dengan simbolisme spiritual.
Salah satu peninggalan menarik di situs ini adalah batu bertuliskan mantra dalam huruf dan bahasa Sanskerta yang dikenal sebagai Prasasti Poh.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Danau Satonda: Jejak Geologi dan Legenda Mistis dari Pulau Misterius!
Isi prasasti ini diyakini sebagai bentuk perlindungan terhadap candi dan wilayah sekitarnya, serta sebagai peringatan bagi siapa pun yang berbuat jahat.
Beberapa fragmen arca seperti Durga Mahisasuramardini dan Ganesha ditemukan di sekitar area ini, meski sebagian besar kini disimpan di museum untuk perlindungan.
Fungsi Keagamaan dan Sosial
Sebagai bagian dari jaringan candi di wilayah Prambanan, Candi Ijo memiliki fungsi religius yang kuat, terutama bagi para penganut Hindu Siwa.
BACA JUGA:Sejarah Danau Paisupok: Permata Alam dari Balantak, Sulawesi Tengah!
Lokasinya yang berada di dataran tinggi mungkin dipilih untuk mendekatkan diri secara simbolis kepada para dewa, sebagaimana lazim dalam kepercayaan Hindu kuno.
Namun, selain sebagai tempat pemujaan, candi ini juga berperan dalam aspek sosial. Keberadaannya menunjukkan adanya kelompok masyarakat religius atau spiritualis yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Keunikan dan Daya Tarik Masa Kini
Dari puncak kawasan candi, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Yogyakarta, termasuk landasan pacu Bandara Adisutjipto hingga Gunung Merapi.
BACA JUGA:Menguak Jejak Peradaban Suku Kerinci: Warisan Leluhur yang Masih Hidup di Tengah Alam Sumatera