Di tengah kawasan permukiman adat berdiri bangunan utama bernama Bale Pegalan atau Bangar Desa, tempat musyawarah warga serta pusat kegiatan adat.
Beberapa berugak (bangunan terbuka khas Lombok) berada di bagian depan kompleks dan digunakan untuk menjamu tamu, memasak, atau menyimpan perlengkapan upacara.
Secara keseluruhan, ada sekitar 40 bangunan dalam kawasan ini—28 di antaranya berfungsi sebagai tempat tinggal para kepala keluarga.
Sisanya terdiri dari fasilitas pendukung seperti dapur adat, berugak, dan bangunan penunjang kegiatan budaya.