Gumantar, Desa Adat Berbasis Islam: Sejarah, Tradisi, dan Kehidupan Sosial Warganya

Rabu 25-06-2025,02:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari pertanian dan perkebunan. Komoditas utama antara lain padi, jagung, mete, kopi, kakao, kelapa, dan aneka tanaman hortikultura lainnya.

Keindahan alam di sekitarnya menjadi nilai tambah bagi wisata dan ekowisata lokal.

Struktur Sosial dan Nilai Tradisi

Dusun Dasan Beleq diyakini sebagai tempat awal pemukiman di kawasan Lombok Utara, yang luasnya hampir mencapai dua hektare.

Desa ini memiliki akar Islam yang kuat, tercermin dari banyaknya situs keagamaan serta masjid tua yang masih dirawat hingga kini.

Gumantar juga dikenal sebagai tempat untuk memahami sejarah penyebaran Islam di daerah ini, terutama peran tokoh-tokoh seperti Ibu Beleq (juga dikenal sebagai Datu Bayan) dan tokoh bernama Kendi.

BACA JUGA:Sejarah Bandara Soekarno-Hatta: Dari Lahan Cengkareng Menuju Gerbang Udara Internasional Indonesia!

BACA JUGA:Sejarah Suku Baduy: Penjaga Tradisi Leluhur di Tengah Arus Modernisasi!

Kompleks adat di desa ini terbagi ke dalam lima wilayah utama sesuai peran sosial penghuninya, yakni:

Zona 1: Rumah penghulu yang memegang urusan keagamaan.

Zona 2: Tempat tinggal pemangku adat yang menangani upacara dan ritual yang berhubungan dengan alam.

Zona 3: Kediaman pemekel, yang bertugas menjalankan aturan adat dan norma masyarakat.

Zona 4: Hunian para ahli pengobatan tradisional, termasuk juru sunat, yang disebut raden.

Zona 5: Rumah para penegak hukum adat, atau yang dikenal sebagai turun.

BACA JUGA:Sejarah Suku Osing: Menelusuri Jejak Budaya Leluhur di Ujung Timur Jawa!

BACA JUGA:Sejarah Suku Moronene: Warisan Leluhur yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi!

Kategori :