Menelusuri Sejarah Suku Bajo: Pengembara Laut dari Masa ke Masa!

Minggu 22-06-2025,23:02 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Sejarah Gunung Bismo: Jejak Alam dan Legenda di Pegunungan Dieng

Laut adalah elemen utama dalam kehidupan Suku Bajo. 

Sejak kecil, anak-anak Bajo sudah diajarkan berenang, menyelam, dan menangkap ikan.

Mereka bahkan bisa menyelam hingga kedalaman 20 meter tanpa alat bantu pernapasan.

Kemampuan ini bukan hanya karena kebiasaan, tetapi juga karena adaptasi biologis yang diwariskan secara turun-temurun.

Rumah tradisional Suku Bajo umumnya dibangun di atas laut dengan tiang-tiang kayu.

Beberapa komunitas Bajo bahkan hidup di perahu-perahu besar yang disebut lepa-lepa, yang menjadi rumah terapung mereka selama mengarungi lautan.

Sistem pengetahuan mereka tentang cuaca, arus laut, dan siklus migrasi ikan sangat kaya dan presisi. 

Hal ini menjadi bukti bahwa Suku Bajo memiliki kearifan lokal yang sangat tinggi dalam memanfaatkan alam secara berkelanjutan.

Kepercayaan dan Tradisi Budaya

Dalam aspek spiritual, Suku Bajo menganut sistem kepercayaan yang bersifat sinkretik, yaitu gabungan antara animisme, Islam, dan kepercayaan lokal. 

Meskipun sebagian besar dari mereka telah memeluk agama Islam, keyakinan terhadap roh laut dan leluhur masih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara adat yang terkenal di kalangan Suku Bajo adalah mancu ni laut atau tolak bala laut.

sebuah ritual untuk memohon perlindungan dari bencana dan meminta hasil laut yang melimpah. 

Musik dan tarian tradisional, seperti sajojo bajo dan nyanyian laut, juga menjadi bagian penting dari identitas budaya mereka.

Tantangan dan Modernisasi

Kategori :