BACA JUGA:Sejarah Suku Baduy: Penjaga Tradisi Leluhur di Tengah Arus Modernisasi!
BACA JUGA:Sejarah Suku Osing: Menelusuri Jejak Budaya Leluhur di Ujung Timur Jawa!
Doa, zikir, dan pembacaan mantra menjadi unsur penting dalam setiap aksi sebagai bentuk perlindungan spiritual.
Makna dan Nilai Budaya
Debus sarat akan pesan moral dan filosofi kehidupan. Tradisi ini mengajarkan keberanian dalam menghadapi tantangan serta pentingnya keselarasan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
Para pelaku Debus meyakini bahwa kekuatan sejati tidak hanya berasal dari otot dan tenaga, tapi juga dari keteguhan iman dan kejernihan batin
. Di sisi lain, Debus juga menjadi alat pemersatu masyarakat melalui momen-momen kolektif dalam pertunjukan adat.
Tantangan dan Eksistensi di Era Modern
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, tradisi Debus mulai menghadapi penurunan minat dari generasi muda.
BACA JUGA:Sejarah Suku Moronene: Warisan Leluhur yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi!
BACA JUGA:Kerak Telor. Makanan Betawi Paling Terkenal Kesukaan Bangsawan Belanda? Ini Sejarahnya!
Budaya populer dan teknologi digital lebih menarik perhatian mereka dibandingkan seni tradisional seperti ini.
Meski begitu, sejumlah komunitas dan sanggar seni bela diri tetap berkomitmen menjaga Debus tetap hidup dengan melibatkan anak muda dalam pelatihan dan pertunjukan.
Selain itu, kehadiran Debus dalam festival budaya nasional dan internasional membantu memperluas apresiasi terhadap seni ini.
Media sosial dan teknologi digital pun dimanfaatkan untuk mendokumentasikan dan menyebarkan Debus ke publik yang lebih luas.