Rumah adat yang dikenal sebagai bale mencerminkan filosofi hidup masyarakat Sumbawa yang sederhana namun penuh makna.
Salah satu tradisi unik yang hingga kini masih dilestarikan adalah Barapan Kebo, yaitu tradisi adu kerbau yang biasa diadakan setelah musim panen sebagai bentuk rasa syukur masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mencerminkan semangat kompetisi dan kebersamaan masyarakat Samawa.
Masa Modern dan Pelestarian Warisan
Memasuki era modern, Suku Sumbawa menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas budaya di tengah arus globalisasi.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Sibuthak: Antara Alam dan Legenda di Balik Kabut!
Urbanisasi dan modernisasi telah mengubah banyak aspek kehidupan tradisional.
Namun, berbagai upaya pelestarian telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun komunitas lokal.
Festival budaya, pelajaran bahasa daerah di sekolah, hingga dokumentasi sejarah dan adat istiadat menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan warisan Suku Sumbawa.
Para tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda mulai aktif mengangkat kembali nilai-nilai lokal agar tetap relevan dalam konteks zaman.