Sejarah Tradisi Uang Panai: Simbol Martabat dan Budaya Bugis-Makassar!

Rabu 04-06-2025,19:55 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Nilai Budaya di Balik Uang Panai

BACA JUGA:Sejarah Patung Buddha Tidur: Jejak Spiritualitas dan Kedamaian dari Masa ke Masa!

Lebih dari sekadar nominal uang, uang panai mencerminkan tanggung jawab dan keseriusan seorang pria dalam membina rumah tangga.

Tradisi ini juga menunjukkan bahwa membangun keluarga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, melainkan membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Dalam masyarakat Bugis-Makassar, kehormatan perempuan sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu, pemberian uang panai bukanlah bentuk jual beli, melainkan ungkapan penghormatan kepada pihak keluarga wanita.

Hal ini sejalan dengan filosofi Bugis tentang siri’ na pacce—rasa malu dan solidaritas yang menjadi nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, uang panai juga berfungsi menjaga stabilitas sosial. D

engan menetapkan nilai tertentu, masyarakat Bugis-Makassar mendorong para pemuda untuk bekerja keras, berusaha, dan membuktikan kelayakannya sebelum membina rumah tangga.

BACA JUGA:Candi Abang: Jejak Merah Peradaban Mataram Kuno yang Tersembunyi di Bukit Hijau Sleman!

Tradisi ini secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai etos kerja, tanggung jawab, dan kedewasaan.

Dinamika dan Tantangan Modern

Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi uang panai mengalami banyak dinamika. Di satu sisi, ada kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang mampu memberikan uang panai dalam jumlah besar.

Namun di sisi lain, muncul pula kritik bahwa tradisi ini justru membebani para calon pengantin, bahkan menyebabkan batalnya pernikahan karena tak sanggup memenuhi permintaan.

Fenomena inilah yang membuat sebagian masyarakat mulai meninjau kembali esensi dari uang panai. Diskusi mengenai fleksibilitas jumlah dan pendekatan yang lebih bijak terus berkembang.

Beberapa pasangan muda, misalnya, mulai berani menegosiasikan uang panai dengan dasar keadilan dan kesepakatan bersama.

BACA JUGA:Sejarah Suku Ngaju: Menelusuri Jejak Budaya, Kepercayaan, dan Perjuangan Identitas di Kalimantan Tengah!

Tak sedikit pula tokoh adat dan budayawan yang mengingatkan agar tradisi ini tidak disalahartikan sebagai ajang pamer kekayaan.

Kategori :