Menurut mereka, nilai uang panai seharusnya tetap berpijak pada asas penghormatan dan komitmen, bukan sekadar gengsi atau prestise.
Uang Panai dalam Representasi Populer
Tradisi uang panai bahkan telah diangkat ke layar lebar dalam film berjudul "Uang Panai: Mahal(nya) Nikah" yang dirilis pada tahun 2016.
Film ini menggambarkan perjuangan seorang pemuda yang harus berjuang mati-matian mengumpulkan uang panai demi bisa menikahi gadis idamannya.
BACA JUGA:Sejarah Patung Dewa Murugan: Ikon Keagamaan dan Keajaiban Arsitektur!
Cerita ini sangat relevan dengan realitas sosial masyarakat Bugis-Makassar masa kini, di mana cinta dan tradisi sering kali harus berjalan berdampingan dengan tantangan ekonomi.