Benteng ini juga pernah menjadi sasaran serangan bangsa asing, termasuk Portugis dan Belanda, namun mampu bertahan berkat kekuatan militer dan diplomasi kesultanan.
Bahkan, dalam beberapa catatan sejarah, Buton dikenal menjalin hubungan dagang dan politik dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Ternate, Gowa, dan Mataram.
Pelestarian dan Kondisi Saat Ini
Saat ini, Benteng Wolio menjadi salah satu ikon pariwisata sejarah Kota Baubau.
Pemerintah setempat bersama masyarakat adat terus berupaya melestarikan situs ini, baik melalui kegiatan budaya, restorasi bangunan, maupun edukasi kepada generasi muda.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Adat Langkanae Luwu: Simbol Keagungan Budaya Bugis di Tanah Luwu!
Setiap tahun, berbagai kegiatan adat seperti Festival Budaya Keraton Buton digelar di dalam benteng, menegaskan bahwa warisan ini masih hidup dan bermakna.
Benteng Wolio juga telah tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Guinness World Records sebagai benteng batu terbesar di dunia, yang semakin memperkuat posisinya sebagai aset sejarah nasional.