Menelusuri Sejarah Kawah Putih Ciwidey: Permata Mistis di Selatan Bandung!

Selasa 27-05-2025,11:04 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Karena itu, penduduk lokal enggan mendekati area tersebut dan menganggapnya sebagai tempat berkumpulnya arwah para leluhur atau makhluk halus penjaga gunung.

BACA JUGA:Sejarah Misteri Lubuak Rantiang: Antara Keindahan dan Aura Gaib di Tanah Minang!

Pandangan mistis ini bertahan lama, hingga seorang ahli botani dan geolog asal Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn, datang ke wilayah ini pada tahun 1837.

Junghuhn tertarik menyelidiki alasan di balik cerita kematian burung tersebut. Setelah mendaki Gunung Patuha dan mencapai kawah.

Ia menemukan bahwa bau menyengat dari gas belerang yang sangat tinggi di kawah itulah penyebab burung-burung tidak bisa bertahan hidup di atasnya.

Penelitian Junghuhn mengungkap bahwa bukan arwah yang menyebabkan kematian, melainkan gas beracun alami dari aktivitas vulkanik.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Situs Rumah Adat Cikondang: Jejak Kearifan Lokal di Kaki Gunung Tilu!

Temuan ini kemudian membuka jalan bagi dunia luar untuk mengenal lebih jauh Kawah Putih dan potensi geologinya.

Pemanfaatan Belerang dan Era Kolonial

Setelah keberadaan Kawah Putih diketahui lebih luas, pada era kolonial Belanda tempat ini mulai dimanfaatkan untuk pertambangan belerang.

Pada tahun 1920-an, pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah pabrik pemurnian belerang bernama Zwavel Ontgining Kawah Putih.

BACA JUGA:Sejarah Tradisi Bambu Gila: Warisan Mistis dan Budaya Sakral dari Tanah Maluku!

Proyek ini kemudian dilanjutkan oleh Jepang saat masa pendudukan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Co., Ltd.

Sisa-sisa aktivitas tambang seperti lorong dan bangunan tua masih bisa ditemukan di sekitar area kawah hingga saat ini, menjadi saksi bisu masa lalu industri belerang di kawasan tersebut.

Transformasi Menjadi Wisata Alam

Infrastruktur seperti jalan akses, area parkir, dan fasilitas umum mulai dibangun agar pengunjung dapat dengan mudah mencapai lokasi kawah.

Kategori :