Pemkot PGA

Sejarah Tradisi Bambu Gila: Warisan Mistis dan Budaya Sakral dari Tanah Maluku!

Sejarah Tradisi Bambu Gila: Warisan Mistis dan Budaya Sakral dari Tanah Maluku!

Sejarah Tradisi Bambu Gila: Warisan Mistis dan Budaya Sakral dari Tanah Maluku!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah kekayaan budaya nusantara, Provinsi Maluku menyimpan sebuah tradisi unik yang memikat sekaligus misterius: tradisi Bambu Gila.

Disebut juga baramasuwen dalam bahasa lokal, tradisi ini bukan sekadar pertunjukan hiburan, tetapi menyimpan jejak spiritual, sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Maluku yang diwariskan secara turun-temurun.

Asal-Usul dan Latar Belakang

Tradisi Bambu Gila berasal dari masyarakat di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku Tengah, seperti di Pulau Seram dan Ambon.

BACA JUGA:Sejarah Desa Sasak Sade dan Sasak Ende: Warisan Hidup Leluhur di Tanah Lombok!

Meski tidak tercatat secara pasti sejak kapan tradisi ini muncul, banyak sejarawan dan antropolog meyakini bahwa Bambu Gila telah ada sejak masa kerajaan-kerajaan lokal di Maluku sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Awalnya, tradisi ini merupakan bagian dari ritual adat yang bersifat sakral.

Ia digunakan sebagai sarana komunikasi dengan roh leluhur, sekaligus sebagai bentuk pengujian spiritual untuk melihat kekuatan supranatural yang dimiliki seorang dukun atau pemimpin adat.

Seiring waktu, fungsi sakral tersebut bergeser menjadi bagian dari pertunjukan budaya dan atraksi wisata yang tetap menyimpan aura mistisnya.

Proses Pelaksanaan Tradisi

BACA JUGA:Sejarah Desa Adat Wae Rebo: Warisan Leluhur di Atas Awan Flores yang Bertahan Melawan Zaman!

Tradisi Bambu Gila menggunakan sebatang bambu kering sepanjang sekitar 2 hingga 2,5 meter.

Bambu ini bukan sembarang bambu, melainkan dipilih secara khusus, biasanya jenis bambu tali atau bambu hitam, yang dianggap memiliki “energi” tertentu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait