Menelusuri Sejarah Lukisan Monalisa: Misteri di Balik Senyuman Abadi!

Jumat 23-05-2025,13:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Lukisan tersebut kemudian menjadi milik kerajaan dan ditempatkan di beberapa istana kerajaan Prancis sebelum akhirnya menjadi bagian dari koleksi publik dan dipajang di Museum Louvre di Paris sejak akhir abad ke-18.

Pada tahun 1911, lukisan ini sempat menghilang dan menyebabkan kegemparan internasional.

Ia menyembunyikan lukisan itu selama dua tahun sebelum akhirnya tertangkap. Monalisa pun kembali ke Louvre dan mendapatkan perhatian dunia yang jauh lebih besar setelah insiden tersebut.

Daya Tarik dan Simbolisme

BACA JUGA:Sejarah Danau Suoh: Jejak Geologi, Legenda, dan Pesona Alam dari Tanah Lampung!

Salah satu elemen paling menonjol dari lukisan ini adalah senyuman Monalisa yang penuh teka-teki.  Dari sudut pandang tertentu, ia tampak tersenyum, namun dari sudut lain senyuman itu nyaris menghilang.

Efek ini merupakan hasil dari teknik sfumato yang digunakan Leonardo, memberikan kesan bahwa emosi sang tokoh tidak mudah ditebak.

Sorotan lainnya adalah pandangan mata Monalisa yang tampak seolah mengikuti siapa pun yang melihatnya, membuat lukisan ini terasa “hidup”.

Latar belakangnya yang terdiri dari lanskap alam yang tak biasa juga memunculkan kesan surreal dan mendalam.

BACA JUGA:Sejarah Danau Suoh: Jejak Geologi, Legenda, dan Pesona Alam dari Tanah Lampung!

Tak hanya itu, Monalisa juga kerap disebut sebagai simbol dari keanggunan, misteri, hingga kejeniusan Leonardo da Vinci sebagai seniman dan ilmuwan.

Ia dianggap sebagai karya seni yang memadukan estetika dengan pengetahuan anatomi, psikologi, dan optik.

Pengaruh Budaya dan Popularitas

Monalisa bukan sekadar lukisan klasik. Ia telah menjadi ikon budaya pop global.

Wajahnya direproduksi dalam berbagai bentuk mulai dari iklan, film, hingga parodi karya seni modern. Senyumannya bahkan menginspirasi penelitian ilmiah dan karya sastra.

BACA JUGA:Memahami Sejarah Gunung Rajabasa: Penjaga Alam dan Budaya Lampung Selatan!

Kategori :