Harmoni Kesederhanaan dan Makna, 10 Desain Rumah Tradisional Jepang Penuh Filosofi
Harmoni Kesederhanaan dan Makna, 10 Desain Rumah Tradisional Jepang Penuh Filosofi-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Rumah tradisional Jepang dikenal karena tampilannya yang sederhana, tenang, dan sarat nilai filosofi.
Desainnya tidak sekadar memenuhi fungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi cerminan cara pandang masyarakat Jepang terhadap kehidupan yang selaras dengan alam.
Dalam arsitektur Jepang, setiap elemen memiliki tujuan dan makna. Penataan ruang dibuat efisien, minim ornamen, namun tetap menghadirkan kenyamanan dan ketenangan. Konsep keseimbangan antara manusia, ruang, dan lingkungan menjadi prinsip utama yang terus dijaga hingga kini.
Ciri khas rumah tradisional Jepang terletak pada penggunaan material alami seperti kayu, bambu, dan kertas washi.
Selain menghadirkan nuansa hangat dan ringan, material tersebut juga dipilih karena mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam Jepang, termasuk risiko gempa bumi.
BACA JUGA:Tren Hunian 2026: Inspirasi Desain Kamar Mandi Sederhana dan Tips Memilih AC Low Watt yang Awet
Berikut sepuluh desain rumah tradisional Jepang yang ikonik beserta karakteristik utamanya.
1. Minka
Minka merupakan rumah rakyat yang umumnya ditemukan di wilayah pedesaan. Bangunan ini didominasi struktur kayu dengan atap jerami atau genteng, serta ruang dalam yang luas tanpa banyak sekat permanen.
2. Machiya
Machiya banyak dijumpai di kawasan kota tua seperti Kyoto. Bentuknya memanjang ke belakang dengan tampilan depan yang sempit, karena dahulu pajak dihitung berdasarkan lebar fasad. Rumah ini sering difungsikan sebagai hunian sekaligus tempat usaha.
3. Gassho-zukuri
Rumah gassho-zukuri memiliki atap curam menyerupai kedua tangan yang sedang berdoa. Desain tersebut dibuat agar salju mudah meluncur turun, sehingga cocok untuk daerah pegunungan bersalju.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
