Pembangunan Waduk Sermo memang membawa perubahan besar, terutama bagi warga yang terdampak langsung oleh penggenangan.
Namun, dengan pendekatan yang dialogis dan perhatian terhadap hak-hak masyarakat, proses relokasi dapat berjalan relatif damai.
Warga yang dulu tinggal di wilayah genangan kini menetap di perkampungan baru yang dibangun pemerintah, dengan akses fasilitas yang lebih baik.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Tembok Kota Banten Lama: Jejak Pertahanan Masa Kejayaan Kesultanan!
Mereka pun kini turut serta dalam mengelola potensi wisata dan konservasi yang tumbuh di sekitar waduk. Waduk ini juga menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat setempat.
Beberapa even lokal, seperti festival budaya dan doa bersama untuk keselamatan alam, rutin diselenggarakan di kawasan sekitar waduk, sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan sejarahnya.
Simbol Keberlanjutan
Kini, Waduk Sermo menjadi simbol keberhasilan pengelolaan air di wilayah Kulon Progo.
Tidak hanya menjadi sumber daya vital untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang hidup baru bagi masyarakat yang mampu berpadu dengan alam.
Upaya pelestarian dan pengelolaan kawasan terus dilakukan, termasuk melalui edukasi lingkungan, konservasi hutan penyangga, dan pengelolaan wisata yang berkelanjutan.